Berkah Ramadan, Amplop Lebaran Rp3 Ribu Buatan UMKM Lampung Tengah Laris Manis
Noval Andriansyah March 06, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Dengan tangan yang cekatan, Fitria Apriyani menata satu per satu amplop Lebaran berwarna cerah di meja kerjanya. 

Setiap Ramadan, rumahnya di Jl. Pattimura, Desa Nunggal Rejo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, berubah menjadi tempat produksi kecil bagi usaha kerajinan tangan miliknya, Dafina Craft.

Tradisi berbagi uang kepada anak-anak saat Idul Fitri membawa berkah tersendiri bagi Fitria. Amplop lebaran buatannya selalu laris setiap tahun.

“Setiap Ramadan kami jual amplop lebaran. Minimal 500 pack pasti habis,” kata Fitria kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (5/3/2026).

Amplop yang dijualnya memiliki desain kartun dan warna-warna ceria yang disukai anak-anak. Dalam satu pack berisi 10 amplop, Fitria menjualnya seharga Rp3.000.

Baca juga: Pelatihan dan Digitalisasi UMKM, Tim PKM Polinela Dorong Peningkatan Omzet Mitra 

Sejak awal Ramadan, ia mulai menyetok amplop dan mempromosikannya lewat media sosial. Dari usaha rumahan itu, pesanan terus berdatangan.

Tak hanya amplop lebaran, Dafina Craft juga memproduksi berbagai kerajinan tangan berbahan kain tapis, kain tradisional khas Lampung.

Bahan tersebut diolah menjadi berbagai produk seperti tas, dompet, kopiah, sarung bantal kursi, hingga rompi.

Selain itu, ia juga membuat berbagai produk lain seperti masker kain, clutch pandan, pouch, souvenir, hingga bucket bunga dengan harga mulai Rp5.000 hingga Rp100.000.

Pemasaran produknya tak hanya di Lampung. Pesanan Dafina Craft sudah menjangkau berbagai daerah di Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Untuk memperkenalkan produknya lebih luas, Fitria juga rutin mengikuti bazar di sekitar tempat tinggalnya.

“Saya ikut bazar di dekat rumah supaya orang tahu produk saya. Alhamdulillah dampaknya ada, banyak yang akhirnya order bahkan datang langsung ke toko,” ujarnya.

Bagi Fitria, menjalankan UMKM bukan sekadar mengikuti tren. Ia percaya usaha bisa bertahan jika dijalani dengan konsisten dan penuh komitmen.

“Semua ada jalannya. Pemerintah juga mendukung UMKM. Tapi jangan cuma ikut tren atau viral saja, karena bisnis itu butuh komitmen dan jangan mudah menyerah,” tutupnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.