BOLASPORT.COM - Indonesia antara senang dan sedih dengan kejutan para underdog yang cukup banyak terjadi pada babak 16 besar All England Open 2026.
Beberapa hari pertama di All England Open 2026 memang tak ramah bagi para favorit juara.
Bahkan, sudah dua unggulan pertama yang tersungkur hingga berakhirnya babak 16 besar All England Open di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Kamis (5/3/2026).
Setelah Shi Yu Qi (China) di tunggal putra pada babak pertama, giliran Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China) di ganda campuran yang gigit jari pada babak kedua.
Feng/Huang dikalahkan Mads Vestergaard/Christine Busch (Denmark) yang mencetak 'double kill' atas jagoan-jagoan Negeri Tirai Bambu.
Vestergaard/Busch kalah dengan skor 21-18, 18-21, 17-21.
Indonesia tak mau kalah, termasuk dari ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, yang tampil belakangan.
Ana/Trias mencapai babak delapan besar setelah mengalahkan unggulan keenam, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang).
Pertandingan alot selama 1 jam 21 menit mesti dijalani Ana/Trias. Namun, kerja keras mereka berbuah manis dengan kemenangan 21-11, 18-21, 21-17.
Ana/Trias melanjutkan konsistensi. Dalam enam turnamen individu terakhir, mereka hanya sekali gagal lolos ke perempat final, fase yang dipesan untuk para jawara.
Ujian besar pun menanti. Di perempat final, mereka akan bersua lagi dengan pasangan nomor dua dunia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.
Pertandingan besok akan menjadi bentrokan yang keenam bagi kedua pasangan.
Setelah selalu kalah, Ana/Trias memberikan luka pertama kepada Tan/Thinaah ketika babak 16 besar Malaysia Open 2026.
Kemenangan Ana/Trias di sisi lain membuat Indonesia masih punya harapan di semua sektor.
Kredit juga patut diberikan kepada Alwi Farhan yang menyelamatkan asa Merah Putih di tunggal putra pada ajang World Tour Super 1000 ini.
Bertanding setelah Jonatan Christie jadi korban teror underdog, Alwi mencetak kejutannya sendiri dengan menghentikan unggulan ketujuh, Chou Tien Chen (Taiwan).
Kemenangan ini jadi penebusan Alwi. Terakhir kali bertemu Chou, dia kalah walau sudah mencetak match point 20-15 dan pada gim kedua!
"Sebenarnya tidak jauh berbeda dari waktu bertemu di Australian Open 2025," ucap Alwi melalui PBSI setelah pertandingan.
"Tapi memang pertemuan kali ini saya mencoba lebih melawan diri saya, lebih melawan rasa ragu-ragu, melawan rasa trauma yang ada di dalam diri saya."
"Itu yang bisa membuat saya memenangkan pertandingan."
Alwi menyebut veteran tunggal putra itu sebagai pemain yang unik. Permainan Chou justru makin keluar ketika sorotan kepadanya kian besar.
"Jadi tadi saya mencoba lebih meredam, mencoba lebih menenangkan situasi. Ya kurang lebihnya kayak singa jangan dibangunin saja sih."
"Saya bermain lebih dalam hawa yang tidak terlalu tinggi tapi saya tetap memegang fokus permainan," tambahnya.
Wakil Indonesia lain yang membuat sensasi di babak 16 besar ini adalah ganda putra, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat.
Rian/Rahmat berhasil menjegal mantan pasangan nomor satu, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dari Malaysia untuk ke perempat final.
Sementara itu Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kembali menjadi mimpi buruk bagi kompatriot yang lebih difavoritkan yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Untuk ketiga kalinya Fajar/Fikri kalah dari Raymond/Joaquin setelah hasil serupa di final Australian Open 2025 dan perempat final Indonesia Masters 2026.
REKAP ALL ENGLAND OPEN 2026 UNTUK WAKIL INDONESIA
Babak 16 Besar, Kamis (6/3/2026)