BOLASPORT.COM - Cesc Fabregas mengungkapkan satu fakta saat Como 1907 di ambang lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Sepak terjang klub milik orang Indonesia yang berada di bawang naungan Djarum Group tersebut di Liga Italia musim 2025-2026 terbilang istimewa.
Musim lalu Como hanyalah sebuah klub promosi dari Serie B.
Itu menyudahi penantian selama 21 tahun bagi I Lariani untuk kembali ke kasta tertinggi kompetisi elite Italia.
Kesuksesan promosi ke Serie A juga dibarengi dengan penunjukkan Cesc Fabregas sebagai pelatih kepala.
Fabregas didapuk untuk menjadi juru taktik Como dengan kontrak berdurasi 4 tahun.
Meskipun dipandang masih hijau di dunia kepelatihan, Fabregas nyatanya mampu menyulap klub milik Hartono Bersaudara tersebut menjadi salah satu kekuatan baru di Italia.
Kombinasi strategi dan pemilihan pemain-pemain muda bertalenta membuat nama Como mulai naik daun.
Di awal kedatangannya di Giuseppe Sinigaglia, Fabregas berhasil membawa Como 1907 finis di urutan ke-10 klasemen akhir Liga Italia.
Musim debut pelatih asal Spanyol tersebut terbilang mengesankan mengingat kerasnya persaingan di Serie A.
Dua tim promosi lainnya, seperti Venezia dan Parma nasibnya begitu berbeda.
Venezia malahan harus turun kasta lagi setelah hanya bisa bertengger di posisi ke-19 di klasemen akhir.
Sementara Parma cukup mengakhiri musim dengan berada di papan bawah usai duduk di peringkat ke-16.
Pada musim 2025-2026, sepak terjang Como bersama Cesc Fabregas lebih menggila lagi.
Tidak ada yang mengira jika klub yang dipimpin Mirwan Suharso itu bisa berada di peringkat lima besar.
Hingga pekan ke-27, I Lariani menempati urutan kelima di klasemen sementara Liga Italia.
Nico Paz dkk. mengumpulkan 48 poin sejauh ini, hanya berjarak 3 poin dari AS Roma sebagai kloter terakhir yang bermain di Liga Champions dan sebiji poin dari Juventus yang berada di bawahnya.
Dengan kompetisi yang masih menyisakan 11 laga lagi bukan tidak mungkin Como bisa berkiprah di kompetisi Eropa musim depan.
Banyak yang berasumsi bahwa setelah finis di peringkat ke-10 musim lalu, klub yang berdiri pada tahun 1907 itu memasang target lebih tinggi.
Salah satunya adalah bermain di Liga Europa atau Liga Champions.
Namun, hal tersebut justru disangkal oleh Cesc Fabregas sendiri.
Sosok yang pernah menimba ilmu di Barcelona itu mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah memasang target atau berekspektasi membawa Como sebagai klub yang mentas di panggung Eropa.
Fabregas hanya ingin membuat ekosistem yang baik dan lingkungan yang cocok dengan kepelatihannya.
Baginya, membangun fondasi yang kuat jauh lebih penting karena itu sudah menjadi tugasnya sebagai pelatih.
"Apakah saya mengharapkan hal ini di awal musim? Saya tidak mengharapkan apa pun di awal musim," ujar Fabregas seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.
"Saya hanya ingin menemukan kondisi terbaik dan lingkungan yang tepat."
"Pada langkah kedua, Anda harus mencoba hal-hal baru, mungkin bahkan kehilangan poin dan membuat kesalahan, hal-hal yang nantinya Anda ingat kembali dan berkata, ‘Ingatlah ini.’"
"Begitulah cara seorang pelatih dan staf dapat membangun sesuatu yang penting.
"Untuk 11 pertandingan liga terakhir ini, saya berharap bisa berjuang untuk tiga poin." " imbuhnya.
Upaya Como 1907 untuk melangkah jauh bahkan finis di urutan empat besar juga cukup terbuka.
Tidak banyak lawan berat yang akan dihadapi oleh pasukan Cesc Fabregas hingga musim berakhir.
Mereka hanya menghadapi Inter Milan dan Napoli, selebihnya tim yang kekuatannya setara dan berada di bawah mereka.
Di samping itu, I Lariani juga masih berpeluang merengkuh gelar musim ini karena berada di semifinal Copa Italia.
Pada pertemuan pertama melawan Inter, Como bermain seri 0-0 di Giuseppe Sinigaglia.
Adapun di Liga Italia, lawan berikutnya yang dihadapi oleh Como adalah Cagliari.
Duel kedua tim bakal dihelat di Stadion Unipol Domus, Sabtu (8/3/2026) pukul 21.00 WIB.