Jembatan Harapan dari Uteun Bunta
mufti March 06, 2026 09:36 AM

Pembangunan jembatan Bailey di Desa Uteun Bunta, Kecamatan Peusangan, patut diapresiasi sebagai langkah nyata yang membawa harapan bagi masyarakat. Selama bertahun-tahun, warga harus menghadapi kesulitan akibat putusnya jembatan penghubung yang menjadi akses penting menuju sejumlah desa lainnya.

Putusnya jembatan tersebut akibat banjir pada Januari 2023 dan kembali diterjang banjir pada November 2025 membuat aktivitas masyarakat terganggu. Warga yang hendak menuju pasar atau mengangkut hasil pertanian harus melewati jalan alternatif melalui kebun warga yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. 

Di tengah kondisi tersebut, kehadiran personel Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri dari Kepolisian Daerah Aceh yang turun langsung membangun jembatan Bailey menjadi bukti kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. 

Upaya ini menunjukkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu mengatasi persoalan sosial dan infrastruktur yang berdampak langsung pada kehidupan warga.

Langkah ini tentu saja membawa angin segar bagi warga Desa Uteun Bunta dan desa-desa sekitarnya. Dengan kembali berfungsinya akses penghubung tersebut, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah. 

Hasil pertanian dapat diangkut dengan lancar, perjalanan menuju pasar menjadi lebih singkat, dan roda perekonomian desa dapat kembali berputar dengan lebih baik.

Apresiasi setinggi-tingginya layak diberikan kepada jajaran Kepolisian Daerah Aceh serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan ini. Kepedulian seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan kepedulian antar lembaga sangat penting dalam membantu masyarakat, terutama di daerah yang membutuhkan perhatian pembangunan.

Ke depan, diharapkan jembatan ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat harus terus menjadi perhatian bersama. Dengan akses yang baik, desa akan semakin berkembang, dan kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat.

Akibat putusnya jembatan tersebut, warga yang hendak ke pasar atau mengangkut hasil pertanian harus melewati jalan alternatif melalui kebun warga, sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas. 

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu dan distribusi hasil panen menjadi lebih sulit karena harus menempuh jalan yang lebih jauh.

Keuchik Uteun Bunta, Anwar Yusuf, mengatakan bahwa sejak awal Ramadhan warga mulai merasa lega karena personel Korps Brimob  dari Kepolisian Daerah Aceh yang turun langsung membangun jembatan Bailey sebagai pengganti jembatan yang ambruk.

Meski pembangunan jembatan tersebut belum selesai 100 persen dan belum diresmikan, warga Desa Uteun Bunta menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Aceh dan berbagai pihak yang telah membantu pembangunan jembatan tersebut. Alhamdulillah!

POJOK

Harga BBM subsidi aman hingga Lebaran, kata Menteri Bahlil Lahadalia

Semoga kali ini omongan Bahlil benar, ya?

Indonesia bisa saja keluar dari BoP, kata Ketua MPR-RI Achmad Muzani

Hehehe, untuk yang satu ini kita “no comment” saja ya?

Dana desa jatah Kabupaten Pidie tahun 2026 berkurang

Semua lini berkurang sekarang, yang bertambah cuma stress, kan?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.