TRIBUNNEWS.COM - Kronologi kericuhan yang terjadi di pertandingan Super League derby Jawa Tengah, Persijap Jepara vs Persis Solo.
Duel yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini tersebut berakhir tanpa pemenang, 0-0.
Pada laga ini, Persis Solo sejatinya cukup mendominasi pertandingan, apalagi setelah Persijap bermain 10 pemain lantaran Rubio dikartu merah pada menit ke-78.
Namun hingga pertandingan berakhir, serangan-serangan Persis masih buntu dan gagal berbuah gol.
Laga di lapangan berjalan panas, begitu juga di luar lapangan.
Para suporter dikabarkan terlibat kericuhan pasca-pertandingan.
Dikutip TribunJateng.com. semua bermula dari para suporter saling melontarkan ejekan selama pertandingan berlangsung.
Suporter yang duduk di tribun barat terdengar melontarkan nyanyian dan kalimat provokatif bahkan sejak babak pertama.
Di sisi lain, pagar pembatas yang memisahkan tribun suporter Solo dan tribun VIP mendadak hampir roboh.
Sesama suporter klub Jawa Tengah itu mulai bersitegang di pengujung babak pertama, namun berhasil diredam oleh petugas.
Baca juga: Update Klasemen Super League: Persija Tersandung Buat Persib Tersenyum, Madura United Terancam
Memasuki babak kedua, situasi dan kondisi terlihat aman dan kondusif.
Sayang, memasuki menit ke 70 suara-suara bernada provokasi kembali muncul.
Tensi memanas hingga terjadi insiden saling lempar di sudut tribun barat sisi selatan saat laga memasuki menit ke-80.
Sejumlah petasan hingga botol minum melayang dan terdengar beberapa kali meletus.
Ketegangan sempat mereda saat wasit meniup peluit panjang.
Namun amarah kembali mencuat saat suporter tuan rumah hendak menyanyikan lagu kebanggaan Laskar Kalinyamat.
Suara letusan kembali terdengar.
Suporter Jepara melanjutkan kericuhan dengan mencegat pendukung Persis Solo di depan pintu keluar stadion sisi barat.
Bentrok tak terhindarkan, adu kekerasan hingga lempar batu, kayu, botol minuman terjadi.
Imbasnya, beberapa fasilitas stadion dikabarkan rusak dalam keributan yang berlangsung kurang lebih 30 menit itu.
Bentrok yang berusaha dikendalikan pihak kepolisian sempat terekam dan diunggah akun @pemain.keduabelass pada Jumat (6/3/2026) dinihari.
Selain itu, momen oknum suporter yang merusak kursi stadion juga beredar di media sosial.
Pada pukul 23.15 WIB, suporter tuan rumah berhasil dipaksa keluar dari stadion.
Menurut petugas yang berjaga, oknum Pasoepati yang terlibat kericuhan sempat mendapat pembinaan.
Dan beberapa korban yang terluka segera diberikan pengobatan.
Tepat pada pukul 00.00 WIB, suporter tim tamu diperbolehkan keluar dari stadion dengan pengawalan kepolisian untuk menghindari bentrok di jalanan.
Baca juga: Panasnya Derbi Florida, 2 Jawaban Telak Lionel Messi ke Pelatih dan Suporter Lawan
Akibat dari kericuhan ini, akun Instagram @persisofficial digeruduk warga Jepara.
Postingan terakhir Persis Solo mendapatkan lebih dari seribu komentar yang datang dari fan Persijap.
Sementara hasil kacamata Persis Solo di kandang Persijap Jepara makin membuat klasemen degradasi memanas.
Persis Solo mengantongi 17 poin, selisih tiga poin dengan Persijap Jepara yang duduk di atas garis merah. (*)
(Tribunnews.com/ Siti N) (TribunJateng.com/ Saiful Ma sum)