TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN – Di usia yang baru saja menginjak 71 tahun, Suci Ati (71) kini berada di titik penantian tertingginya.
Setelah mendaftar haji sejak awal 2013, jemaah asal Tarakan ini hanya bisa berserah diri saat situasi geopolitik antara Iran dan Israel memanas tepat menjelang jadwal keberangkatannya.
"Insya Allah aman. Kita serahkan kepada Yang di Atas. Manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan," ujar Suci kepada TribunKaltara.com dengan nada mantap namun lirih.
Penantian Suci bukanlah waktu yang singkat. Sejak menyetorkan dana awal sebesar Rp25 juta tiga belas tahun lalu, ia harus melewati berbagai rintangan.
Pada awalnya diprediksi hanya 8 tahun namun keberangkatannya tertunda total selama masa pandemi.
Baca juga: Kisah Perjuangan Jamaah Haji Lansia dari Bontang Ibadah ke Tanah Suci, Sempat Jual Tanah
Selain itu, masa tunggu kembali mundur akibat kebijakan pembatasan kuota pascapandemi.
Namun Ia baru saja melunasi sisa biaya haji sebesar Rp28 juta (total Rp53 juta) pada Februari kemarin.
"Kita sudah menunggu sekian lama, sudah di ambang pintu, tinggal masuk. Kalau sampai batal karena perang, ya Allah... Tapi saya yakin, tidak mungkin Allah membuat rencana lalu hancur begitu saja. Pasti ada jalannya," ucap perempuan kelahiran 4 Maret 1955 ini.
Selain faktor eksternal, Suci harus berjibaku dengan kondisi kesehatannya sendiri. Sebagai penderita diabetes sejak tahun 2000, ia hampir gagal berangkat karena hasil pemeriksaan HbA1c yang sempat mencapai 10,5.
"Banyak teman yang tidak jadi berangkat karena gagal kesehatan. Meskipun sudah bayar, kalau sistem menolak karena tidak sehat, tetap tidak bisa," jelas pensiunan RSUD dr. H. Jusuf SK yang telah mengabdi selama 35 tahun ini.
Ibu Suciati bukan sosok asing di Tarakan. Selain sebagai alumni STM angkatan pertama di masanya, ia aktif di Dharma Wanita, PKK, hingga mendirikan PAUD di wilayah Markoni setelah pensiun.
Di usianya yang ke-71, semangat pengabdiannya tidak luntur, sama seperti semangatnya untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Baca juga: 85 Jamaah Haji Asal Kubar Tiba di Pelabuhan Melak Besok 9 Juli 2025, Ini Aturan Bagi Penjemput
"Semogalah perjalanan kami lancar dan bisa berangkat tahun ini," pungkasnya menutup pembicaraan. (*)