Doa Puasa Hari ke-16 Ramadhan Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Memohon Dijauhkan dari Keburukan
M Zulkodri March 06, 2026 12:38 PM

BANGKAPOS.COM--Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, salah satunya dengan memperbanyak doa.

Setiap hari di bulan Ramadhan memiliki doa yang dianjurkan untuk dibaca sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT.

Pada hari ke-16 Ramadhan, umat Muslim dianjurkan membaca doa yang berisi harapan agar senantiasa dekat dengan orang-orang saleh serta dijauhkan dari pergaulan yang buruk.

Berikut doa puasa hari ke-16 Ramadhan lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.

Doa Puasa Hari ke-16 Ramadhan

Tulisan Arab:

اللَّهُمَّ وَفِّقْنِي فِيهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَجَنِّبْنِي فِيهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَآوِنِي فِيهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِينَ

Tulisan Latin:

Allâhumma waffiqnî fîhi limuwâfaqatil abrâr wa jannibnî fîhi murafaqatal asyrâr wa âwinî fîhi birahmatika ilâ dâril qarâri bi ilâhiyyatika yâ ilâhal ‘âlamîn.

Artinya:

“Ya Allah, anugerahilah kepadaku di bulan ini agar aku dapat bergaul dengan orang-orang yang baik. Jauhkanlah aku dari bergaul dengan orang-orang jahat, dan berilah aku perlindungan dengan rahmat-Mu hingga ke tempat yang kekal (akhirat), demi keesaan-Mu wahai Tuhan semesta alam.”

Ramadhan Bulan Penuh Doa

Memperbanyak doa merupakan salah satu amalan utama di bulan Ramadhan.

Bulan ini dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan karena pintu langit dibuka dan rahmat Allah dilimpahkan seluas-luasnya kepada umat manusia.

Ada beberapa waktu yang dianggap mustajab untuk berdoa selama Ramadhan, di antaranya saat sahur, menjelang berbuka puasa, setelah shalat fardhu, serta pada sepertiga malam terakhir.

Tujuan Puasa dalam Islam

Puasa Ramadhan tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, ibadah ini menjadi sarana penyucian jiwa serta pembentukan pribadi yang bertakwa.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 berikut.

Tulisan Arab:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Tulisan Latin:

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk manusia yang bertakwa, yakni pribadi yang selalu sadar akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Keutamaan Ibadah di Bulan Ramadhan

Rasulullah SAW juga menjelaskan betapa mulianya bulan Ramadhan melalui sebuah hadis yang populer di kalangan umat Islam.

“Nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu bernilai ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu dikabulkan.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa setiap aktivitas seorang Muslim di bulan Ramadhan dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah SWT.

Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak doa, ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Doa Puasa Hari ke-16 Ramadhan

َللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى (فِيْ ) دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ

Allâhumma waffiqnî fîhi limuwâfaqatil abrâr wa jannibnî fîhi murafaqatal asyrâr wa âwinî fîhi birahmatika ilâ dâril qarâri bîlâhiyyatika yâ ilâhal ‘âlamîn

Artinya : Ya Allah, anugrahilah kepadaku di bulan ini agar supaya bisa bergaul dengan orang-orang baik, dan jauhkanlah aku dari bergaul dengan orang-orang jahat. Berilah aku perlindungan di bulan ini dengan rahmat-Mu sampai ke alam Akhirat. Demi keesaan-Mu wahai Tuhan semesta Alam

Salah satu amalan utama di bulan Ramadhan adalah memperbanyak doa.

Ramadhan dikenal sebagai bulan mustajab, di mana pintu langit dibuka dan rahmat Allah dilimpahkan seluas-luasnya.

Waktu-waktu utama untuk berdoa antara lain saat sahur, menjelang berbuka puasa, setelah shalat fardhu, dan pada sepertiga malam terakhir.

Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa merupakan sarana penyucian jiwa dan pembentukan pribadi yang bertakwa.

Hal ini sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183:

Surah Al-Baqarah Ayat 183

Tulisan Arab:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Latin:

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk insan bertakwa, yakni pribadi yang senantiasa sadar akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Rasulullah SAW juga menjelaskan kemuliaan Ramadhan dalam sebuah hadis yang masyhur:

“Nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu bernilai ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu dikabulkan.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa setiap aktivitas seorang Muslim di bulan Ramadhan dapat bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang ikhlas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.