Perhiasan Rp65 Juta Raib di Rumah Warga Kandang Limun, Korban Curigai Orang Terdekat
Rita Lismini March 06, 2026 01:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Kasus pencurian perhiasan emas kembali terjadi di Kota Bengkulu, kali ini menimpa seorang warga Kelurahan Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.

Korban bernama Dedi Kurniawan (35) harus merelakan sejumlah perhiasan emas milik keluarganya raib dari dalam rumah dengan total kerugian mencapai Rp 65 juta.

Peristiwa pencurian emas tersebut diketahui terjadi pada Rabu, 4 Maret 2025 sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat ditemui wartawan di kediamannya pada Jumat (6/3/2026), Dedi menceritakan bahwa kejadian itu pertama kali diketahui oleh ibunya saat hendak mengecek tempat penyimpanan perhiasan di dalam kamar.

Saat berada di rumah korban di kawasan Kandang Limun, suasana terlihat cukup tenang. Namun di balik ketenangan itu, keluarga korban masih menyimpan rasa kaget atas hilangnya sejumlah perhiasan berharga yang selama ini disimpan dengan rapi di dalam lemari kamar.

Menurut Dedi, awal mula kejadian bermula ketika ibunya menyadari ada sesuatu yang tidak biasa pada tempat penyimpanan emas.

“Pagi itu ibu saya melihat tempat penyimpanan emas sudah berpindah dari tempat biasanya. Setelah diperiksa, ternyata beberapa perhiasan sudah tidak ada lagi,” kata Dedi saat menceritakan kronologi kejadian.
Mendapati hal tersebut, keluarga korban langsung melakukan pengecekan lebih lanjut di beberapa tempat penyimpanan perhiasan lainnya yang ada di dalam rumah.

Namun hasilnya justru semakin mengejutkan. Sejumlah emas yang disimpan di tempat lain juga diketahui telah hilang.

“Saya kemudian mengecek tempat penyimpanan emas milik saya sendiri. Ternyata benar, beberapa perhiasan juga sudah hilang dan hanya tersisa sedikit saja,” ujarnya.

Logam Mulia hingga Kalung Emas Ikut Digondol

Dari hasil pengecekan yang dilakukan korban, diketahui beberapa perhiasan emas yang hilang terdiri dari berbagai jenis.

Di antaranya logam mulia Antam seberat 5 gram, kalung emas putih beserta liontin dengan berat sekitar 10 gram, serta kalung emas kuning dengan berat sekitar 15 gram.

Semua perhiasan tersebut sebelumnya disimpan oleh pelapor di dalam lemari yang berada di kamar rumahnya.

Jika ditotal secara keseluruhan, nilai perhiasan yang hilang ditaksir mencapai sekitar Rp65 juta.

“Semua perhiasan itu memang disimpan di dalam lemari kamar. Kami tidak menyangka bisa hilang begitu saja,” ungkap Dedi.
Kejadian pencurian ini membuat keluarga korban cukup terpukul. Pasalnya, sebagian dari perhiasan tersebut merupakan simpanan keluarga yang telah lama dikumpulkan.

Tidak Ada Tanda Pembobolan Rumah

Hal yang membuat korban semakin heran adalah tidak adanya tanda-tanda pembobolan pada rumah mereka. Baik pintu maupun jendela rumah tidak menunjukkan adanya kerusakan atau bekas paksa masuk.

Kondisi ini membuat korban menduga bahwa pelaku pencurian kemungkinan merupakan seseorang yang memiliki akses keluar masuk ke dalam rumah.

“Saya curiga pelaku ini orang yang pernah masuk ke rumah atau yang tahu kondisi di dalam rumah. Karena tidak ada pintu atau jendela yang dirusak,” jelasnya.
Selain itu, pelaku juga dinilai mengetahui dengan cukup baik lokasi penyimpanan perhiasan yang berada di dalam kamar.

Menurut korban, jika memang pelaku adalah orang luar yang tidak mengetahui kondisi rumah, seharusnya banyak barang lain yang ikut diambil.

Namun kenyataannya, sejumlah barang berharga lain justru masih berada di tempatnya.

“Uang ada, handphone juga ada, bahkan beberapa perhiasan lain juga tidak diambil. Hanya beberapa emas saja yang hilang,” tambah Dedi.

Kasus Dilaporkan ke Polisi

Merasa dirugikan dan berharap pelaku dapat segera ditemukan, korban akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian pencurian emas tersebut ke pihak kepolisian.

Laporan resmi telah disampaikan ke Polsek Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.

Dalam laporan tersebut, korban menjelaskan secara rinci kronologi kejadian pencurian emas yang dialaminya, termasuk daftar perhiasan yang hilang serta perkiraan kerugian yang dialami.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Muara Bangkahulu agar bisa ditindaklanjuti,” kata Dedi.
Ia berharap pihak kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan dan mengungkap pelaku pencurian emas yang telah merugikan keluarganya.

Harapan Korban Pelaku Segera Ditangkap

Korban juga berharap pelaku dapat segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain kerugian materi yang cukup besar, kejadian tersebut juga membuat keluarga korban merasa tidak nyaman tinggal di rumah mereka sendiri.

Menurut Dedi, selama ini lingkungan tempat tinggalnya dikenal cukup aman dan jarang terjadi kasus pencurian.

Karena itu, hilangnya perhiasan emas dari dalam rumah tanpa adanya tanda pembobolan menjadi hal yang sangat mengejutkan bagi keluarga.

“Harapan kami tentu pelaku bisa segera ditemukan. Supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Saat ini pihak keluarga masih menunggu perkembangan penyelidikan dari aparat kepolisian terkait kasus pencurian emas yang terjadi di rumah mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.