Dedi Mulyadi Sorot Lansia Tewas Diduga Curi Labu Siam untuk Buka Puasa:Semoga Ini Peristiwa Terakhir
Dedy Qurniawan March 06, 2026 04:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti kasus meninggalnya seorang lansia yang diduga mencuri labu siam untuk persiapan berbuka puasa.

Peristiwa tersebut membuat Dedi mengaku merasa prihatin setelah mengetahui kronologi kejadian yang menimpa korban.

Korban diketahui merupakan lansia berinisial MI (56), warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Baca juga: 60 Unit Rusak, 136 KK Masih Bertahan di Rusunawa Pangkalpinang dengan Sewa Mulai Rp175 Ribu

Ia meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan usai dituduh mencuri labu siam milik tetangganya.

Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika terduga pelaku berinisial UA (41) memergoki korban mengambil labu siam dari kebunnya. Kejadian itu kemudian memicu kemarahan pelaku.

UA disebut langsung mengejar korban hingga ke depan rumahnya.

Di lokasi tersebut, pelaku memukul korban menggunakan tangan kosong hingga korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya.

Akibat penganiayaan itu, MI mengalami luka di bagian dahi, kelopak mata kanan, leher, lengan, siku, hingga kaki.

Selain itu, hidung korban juga mengeluarkan darah dan ditemukan benjolan di bagian belakang kepalanya.

Korban sempat mendapatkan penanganan medis setelah kejadian tersebut. Namun, dua hari kemudian MI akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Kasus lansia yang tewas usai diduga mencuri labu siam untuk berbuka puasa ini pun menarik perhatian Dedi Mulyadi.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, ia menyampaikan pesan yang cukup tegas terkait peristiwa tersebut.

"Mencuri labu adalah sesuatu yang tidak baik, tapi menganiaya sampai menemui ajalnya adalah peristiwa yang melanggar batas kemanusiaan," tulisnya.

Dalam unggahan yang sama, Dedi juga mengapresiasi langkah kepolisian yang telah menangani perkara tersebut dan menetapkan pelaku sebagai tersangka.

"Saya terima kasih kepada polres Cianjur yang menenanganinya dan menetapkan tersangka pelaku penganiayaan pencuri labu," ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan rencananya untuk bertemu langsung dengan keluarga korban. Ia ingin mengetahui lebih jauh latar belakang yang membuat korban sampai nekat mengambil labu siam tersebut.

"Selanjutnya saya akan bertemu keluarga korban, dan menanyakan apa faktor penyebab yang menyebabkan sehingga harus mencuri labu."

Di bagian caption unggahannya, Dedi juga menyampaikan rasa kecewa dan keprihatinannya atas kejadian tersebut.

Ia berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di wilayah Jawa Barat.

"Semoga ini adalah peristiwa yang terakhir, tidak boleh terjadi lagi di Jawa Barat," tulis Dedi Mulyadi.

"Mencuri memang tindakan yang tidak bisa dibenarkan tapi membuat terduga pelaku pencurian sampai tewas juga perbuatan melawan hukum," tulisnya.

Unggahan tersebut kemudian memancing berbagai tanggapan dari warganet di media sosial. Sejumlah netizen mengaku ikut merasa sedih dan prihatin setelah mengetahui kisah pilu tersebut.

"Alhamdulillah KDM denger sy smpe ga bsa Berkata kata liat Kasus ini buat buka puasa loh pak DM," tulis akun @pak***.

"Memang hal salah tapi sampe menghakimi orang lain sampe meninggal ya Alloh pa ....tega sekali cuma ambil labu kecil 2 tidak akan buat bapa miskin," tambah akun @mom***.

"Kemiskinan extreme di daerah pak @dedimulyadi71 bikin orang terpaksa harus mencuri," tambah akun @qib***.

(Tribunnewsmaker.com/Grid.ID/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.