Yayasan Haji Anif Tetap Bersihkan Ribuan Masjid Saat Ramadan Meski Jam Kerja Berkura
Ayu Prasandi March 06, 2026 07:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Program pembersihan masjid yang dijalankan Yayasan Haji Anif tetap berlangsung selama bulan suci Ramadan.

Meski jam kerja sedikit berkurang, kegiatan sosial ini terus berjalan untuk membantu menjaga kebersihan masjid-masjid di berbagai daerah.

Ketua Yayasan Haji Anif, Musa Rajekshah mengatakan, saat ini yayasan mengoperasikan sekitar 39 unit kendaraan pembersih masjid yang bekerja setiap hari.

“Setiap kendaraan rata-rata bisa membersihkan lima masjid dalam satu hari. Jadi dalam sebulan kita bisa membersihkan sekitar 3.500 sampai 4.000 masjid. Ada yang dibersihkan berulang, ada juga yang sekali,” ujar pria yang akrab disapa Ijeck, kepada Media, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, selama Ramadan kegiatan tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja jam operasional sedikit dikurangi sehingga jumlah masjid yang dibersihkan per hari juga sedikit berkurang.

“Di Ramadan ini hanya jam kerjanya saja yang berkurang. Dalam sehari mungkin berkurang satu sampai dua masjid, tapi kegiatan tetap berjalan,” katanya.

Program pembersihan masjid ini merupakan gagasan almarhum Haji Anif yang dimulai pada tahun 2000. Saat itu kegiatan ini hanya menggunakan satu unit kendaraan yang beroperasi di wilayah Tapanuli Selatan, tepatnya di Kota Padang Sidempuan.

Seiring waktu, program tersebut terus berkembang hingga kini menjangkau hampir seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Selain di Medan, layanan ini juga hadir di Langkat, Binjai, Deli Serdang, dan sejumlah daerah lainnya.

“Sekarang sudah ada di sekitar 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Bahkan ada satu unit yang beroperasi di Pulau Bali,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, setiap unit kendaraan diisi tiga orang petugas. Dengan total 39 kendaraan, sekitar 108 pekerja terlibat langsung dalam program pembersihan masjid tersebut.

Selain layanan pembersihan masjid, Yayasan Haji Anif juga menjalankan berbagai kegiatan sosial lainnya. Di antaranya menyediakan mobil layanan jenazah gratis lengkap dengan petugas, pembangunan dan rehabilitasi masjid, serta penyelenggaraan sekolah gratis.

Ijeck mengatakan, seluruh kegiatan yayasan tersebut dibiayai dari usaha keluarga yang kemudian disisihkan untuk kegiatan sosial.

“Sejak yayasan berdiri, alhamdulillah semua kegiatan dibiayai dari usaha yang dikembangkan oleh almarhum orang tua kami. Dari situ kami sisihkan agar kegiatan yayasan bisa terus berjalan,” ujarnya.

Selama Ramadan, kegiatan sosial juga dipusatkan di Masjid Al-Musannif yang menyediakan takjil dan buka puasa gratis bagi masyarakat.

Setiap hari, sekitar 1.000 porsi takjil dan 1.000 paket makanan berbuka disiapkan bagi jamaah yang datang ke masjid tersebut.

Program ini berlangsung sepanjang Ramadan. Sementara di luar bulan Ramadan, masjid ini juga menyediakan buka puasa gratis setiap Senin dan Kamis bagi jamaah yang menjalankan puasa sunnah.

Ijeck berharap program pembersihan masjid yang dijalankan yayasan dapat memberi manfaat luas serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk melakukan kegiatan serupa.

“Kita berharap kegiatan ini bisa menular ke daerah lain. Tujuannya bagaimana kita bisa melayani umat dan membantu jamaah menjaga kebersihan rumah Allah,” pungkasnya.

(cr26/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.