Cerita Hasan Delapan Tahun Jadi Petugas Pembersih Masjid Yayasan Haji Anif
Ayu Prasandi March 06, 2026 07:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Menjadi bagian dari tim pembersih masjid di Yayasan Haji Anif memberikan pengalaman tersendiri bagi para petugas yang terlibat.

Salah satunya dirasakan Hasan Basri, yang telah delapan tahun bergabung sebagai petugas kebersihan masjid gratis yang dijalankan yayasan tersebut.

Hasan mengatakan, dirinya mulai bergabung sebagai relawan sekaligus pekerja di unit pembersih masjid sekitar delapan tahun lalu.

Hingga kini, ia masih aktif bersama tim berkeliling membersihkan masjid-masjid di berbagai wilayah.

“Alhamdulillah, bulan tiga nanti saya sudah delapan tahun bergabung di yayasan ini,” ujar Hasan Basri.

Menurutnya, bekerja di program pembersih masjid bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga menjadi ladang amal. Selain mendapatkan pengalaman, para petugas juga merasa memiliki kesempatan untuk beribadah melalui kegiatan tersebut.

“Yang kita dapatkan tentu pengalaman. Kemudian amal, karena kita membersihkan rumah Allah dengan ikhlas. Insya Allah itu menjadi amal ibadah dari Allah SWT,” katanya.

Meski demikian, Hasan menegaskan para petugas tetap mendapatkan gaji dari yayasan. Hal ini karena kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari pekerjaan yang dikelola secara profesional oleh Yayasan Haji Anif.

“Namanya kita bekerja di yayasan yang membersihkan masjid gratis. Kita keliling membersihkan masjid dengan ikhlas, dan yayasan juga memberikan gaji kepada kami,” jelasnya.

Selama bulan Ramadan, jadwal kerja tim pembersih masjid mengalami sedikit penyesuaian. Waktu kerja dibuat lebih singkat agar para petugas tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Biasanya, satu tim memiliki target membersihkan lima masjid dalam satu hari. Namun selama Ramadan, jumlah tersebut dikurangi menjadi sekitar empat masjid.

“Masuk kerja diperlambat dan pulang dipercepat. Biasanya target lima masjid sehari, selama Ramadan berkurang menjadi empat masjid,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah Idulfitri nanti jadwal kerja akan kembali normal seperti sebelumnya.

Selama bertugas, Hasan juga memiliki sejumlah pengalaman berkesan. Salah satunya ketika dirinya bersama tim dikirim untuk membantu membersihkan masjid di Aceh pasca bencana banjir.

Saat itu, tim pembersih masjid dari Yayasan Haji Anif membantu membersihkan lumpur di beberapa masjid yang terdampak.

“Waktu pasca banjir di Aceh, kami diutus ke sana untuk membersihkan lumpur di masjid. Ada empat masjid yang kami bersihkan bersama kawan-kawan di Aceh,” kenangnya.

Dalam satu wilayah, jadwal pembersihan masjid juga diatur secara bergilir. Minimal setiap masjid mendapatkan layanan pembersihan satu kali dalam sebulan.

Namun di wilayah yang jumlah masjidnya cukup banyak, jadwal bisa lebih lama karena harus menyesuaikan jumlah tim yang tersedia.

“Kalau daerahnya masjidnya sedikit bisa dua kali sebulan. Tapi kalau wilayahnya banyak, kadang satu masjid bisa dapat jadwal sekitar 35 sampai 40 hari sekali,” jelas Hasan.

Ia mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari program sosial tersebut dan berharap kegiatan pembersihan masjid dapat terus berjalan serta memberi manfaat bagi masyarakat luas.

(cr26/tribun-medan.com)



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.