Adi Arnawa: Desa Bangun Teba Modern, Tong dan Bag Kompos Untuk Masyarakat Melalui Apebedes
Aloisius H Manggol March 06, 2026 05:22 PM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah kabupaten Badung mulai mempersiapkan diri dalam pengolahan sampah secara mandiri. Mengingat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung akan segera ditutup secara bertahap.

Hingga 31 Maret 2026 menjadi batas terakhir pembuangan sampah secara umum ke TPA Suwung, selanjutnya sampai Juni hanya diberikan membuang sampah residu saja. 

Melihat kondisi itu Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengakui jika badung harus siap dengan keputusan tersebut. Untuk itu dirinya pun memerintahkan semua desa dan kelurahan yang ada di Badung untuk membangun teba modern dan memberikan bantuan tong komposter atau bag komposter kepada masyarakat.

Baca juga: TERJAWAB! Ini Identitas Potongan Tubuh yang Ditemukan di Pantai Ketewel Gianyar, Pacar Diperiksa

"Sesuai dengan arahan kementrian mau tidak mau, bisa tidak bisa kita harus lakukan hal itu. Karena TPA Suwung sudah akan ditutup," ujarnya Jumat 6 Maret 2026.

Pihaknya menyebutkan, sebagai kawasan pariwisata pihaknya akan terus menggencarkan pengolahan sampah berbasis sumber. Maka dari itu dirinya meminta masyarakat mengolah sampahnya secara mandiri.

Baca juga: SIASAT Putu Sumedika di Buleleng Berujung Bui, Beri Ponsel Lalu Berhubungan Berkali-kali 

"Jadi kalau bisa sampah-sampah organik dikelola di setiap rumah masing-masing. Sampah residu baru sampai desa," ujarnya.


Pihaknya ingin menyatukan persepsi terkait dengan pengolahan sampah di Badung. Mengingat pengolahan sampah berbasis sumber sangat perlu dilakukan.


"Dimana pun membuang sampah memang harus dipilah. Apalagi Kementrian Lingkungan hidup memberikan sampai 31 Maret bisa mmbuang sampah TPA Suwung selanjutnya hanya sampah residu," ucapnya.


Maka dari itu pihaknya memerintahkan desa dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APEBEDES) untuk membangun pengadaan teba modern, tong komposter dan bag komposter. Bahkan dana Apebedes dari bagi hasil pajak yang diberikan di desa diminta untuk melakukan pengadaan semua  untuk menunjang pengolahan sampah berbasis sumber.


"Kita arahkan penggunaan Apebedes agar digunakan membangun teba modern. Atau bisa diberikan masyarakat tong komposter, atau bag komposter karena semua ini adalah pengolahan sampah berbasis sumber. Sehingga sampah organik tidak perlu dibawa ke TPA Suwung," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.