Petani di Musi Rawas Pilih Babat Habis Padinya Karena Diserang Hama Tikus
Slamet Teguh March 06, 2026 06:01 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Serangan hama tikus masih menjadi ancaman bagi para petani di wilayah Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumsel, saat musim tanam tiba.

Serangan hama tikus tersebut sudah mulai terlihat pada tanaman padi petani di beberapa desa, salah satunya di Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. 

Bahkan, di desa tersebut ada salah satu petani yang harus terpaksa membabat habis tanaman padinya. Padahal, usianya sudah lebih dari 1 bulan setelah tanam.

Disampaikan, Parman salah seorang petani setempat mengatakan, untuk di desanya sendiri saat ini sudah mulai tanam padi. Meskipun usianya berbeda-beda. 

"Sudah masuk musim tanam, tapi memang kemarin tidak serentak sekaligus. Jadi usai tanaman berbeda-beda," katanya kepada Sripoku.com, Jumat (6/3/2026).

Dikatakannya di musim tanam ini, serangan hama tikus sudah mulai terlihat. Termasuk pada tanaman padi miliknya.

Bahkan, dia pun harus membabat habis tanaman padinya.

"Serangan hama tikus sudah banyak, bukan cuman punya saya saja. Tapi mungkin yang paling parah punya saya, makanya ini saya babat. Karena sebagian besar sudah mati," ucapnya.

Baca juga: Pakai Jaring, Cara Petani Padi di Musi Rawas Kurangi Serangan Hama Burih Pipit

Baca juga: Petani di Musi Rawas Semringah, Harga Padi Bertahan Rp11.500/Kg Meski Panen Selesai, Biasanya Anjlok

Pembabatan tanaman padi itu lanjut dia, karena sudah dipastikan bakal mati dan tak bakal berbuah. Sehingga setelah ibu. Maka akan di tanami ulang.

"Kalau dibiarkan juga percuma, jadi setelah dibabat i i bantu ditanam ulang. Mudah-mudahan bisa panen," ucapnya 

Sama halnya disampaikan, Warso yang juga petani yang sama. Dia mengaku tanaman padinya juga mulai terdampak datu serangan hama tikus ibu 

"Sudah ada tandanya, tapi mudah-mudahan tidak makin parah," katanya.

Dia juga mengaku, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah serangan hama tikus tersebut, mulai dari pengumpanan hingga pembasmian sarang tikus.

"Tapi sepertinya belum efektif, buktinya masih terlihat serangannya," ungkapnya

Ditambahkannya, serangan hama tikus memang menjadi kekhawatiran sendiri bagi petani, saat musim tanam. Sebab, serangan tersebut selalu terjadi di musim tanam.

"Berbagai cara sudah dilakukan petani, tapi nyatanya masih saja. Harapan kami ada upaya nyata dari pemerintah, agar bagaimana petani ini rugi dan takut gagal panen," tutupnya. 

 

 

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsaap Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.