TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Rencana pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif/TP) di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara ( Kaltara ) mulai memasuki tahap lanjutan.
Sekitar 500 prajurit TNI rencananya akan ditempatkan di wilayah tersebut sebagai bagian dari program nasional pembentukan satu Batalyon di setiap kabupaten.
Dandim 0914/Tana Tidung, Letkol Arm Raden Florensius Ferdian Richarda, mengatakan pembentukan Batalyon ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, saat ini pembangunan Yonif/TP di Kalimantan Utara telah memasuki tahap ketiga yang mencakup wilayah Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Malinau.
Baca juga: Raden Florensius Resmi Jabat Dandim 0914/Tana Tidung Kaltara: Siap Dukung Penuh Program Daerah
“Sesuai rencana dari pak presiden Prabowo ada pembentukan batalyon di seluruh Indonesia. Jadi satu kabupaten ada satu batalyon yang disebut Batalyon Teritorial Pembangunan,” ujar Letkol Arm Florensius kepada TribunKaltara.com, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam kondisi penuh satu Batalyon akan berisi sekitar 1.000 personel.
Namun pada tahap awal, jumlah prajurit TNI yang ditempatkan di Kabupaten Tana Tidung diperkirakan sekitar 500 orang.
“Kalau lengkap satu batalyon itu sekitar seribu personel. Tapi untuk tahap awal ini kurang lebih ada 500 orang yang akan datang khusus untuk KTT, dan di Malinau juga sekitar 500 orang,” jelasnya.
Ia menuturkan, sesuai dengan konsepnya sebagai batalyon teritorial pembangunan, para prajurit tidak hanya dibekali kemampuan militer dasar, tetapi juga kemampuan tambahan yang berkaitan dengan pembangunan wilayah.
Baca juga: Dandim 0914 Tana Tidung Dukung Target Zero New Stunting, Babinsa Dampingi Ibu Hamil dan Balita
“Tugasnya nanti membantu wilayah dalam program pembangunan sesuai arahan pusat. Bisa di ketahanan pangan, pertanian, perkebunan, peternakan, dan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, program ketahanan pangan menjadi salah satu fokus yang akan didukung oleh keberadaan batalyon tersebut di daerah.
“Kan ada program dari pak presiden bahwa setiap wilayah harus ada ketahanan pangan, nah itu salah satu pembangunan yang dilakukan,” ujarnya.
Untuk penempatan sementara para prajurit, Kodim 0914/Tana Tidung telah menyiapkan lokasi penampungan di kawasan Pasar Maning yang saat ini belum difungsikan.
Ia mengatakan penggunaan lokasi tersebut telah mendapat izin dari Bupati Tana Tidung dengan catatan tidak mengubah bentuk bangunan yang ada.
“Sementara kita siapkan di Pasar Maning yang belum digunakan. Saya juga sudah minta izin ke pak bupati dan diizinkan untuk digunakan sebagai tempat penampungan sementara,” ungkapnya.
Menurutnya, fasilitas dasar seperti air, kamar mandi dan toilet telah disiapkan agar lokasi tersebut layak ditempati prajurit.
“Pasarnya sudah kita perbaiki selayaknya untuk ditinggali prajurit, tapi bukan direnovasi total. Dibuat seperti asrama yang bisa menampung sekitar 500 orang,” tuturnya.
Sementara itu, untuk pembangunan markas batalyon permanen direncanakan berada di kawasan Mangkuaban yang merupakan wilayah Kementerian Kehutanan.
Saat ini Kodim 0914/Tana Tidung telah mengajukan permohonan izin penggunaan lahan kepada kementerian terkait.
“Kita sudah bersurat meminta izin. Nanti dari Kementerian Kehutanan memberikan surat bahwa di area tersebut akan dilakukan pembangunan batalyon oleh Kementerian Pertahanan,” katanya.
Selama pembangunan markas permanen berlangsung, para prajurit akan tetap menempati penampungan sementara yang telah disiapkan.
“Sebagai prajurit tentunya mereka sudah siap dengan kondisi tersebut sambil menunggu pembangunan asrama di lokasi utama selesai,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti