TRIBUNSTYLE.COM - Isyana Sarasvati belakangan menjadi sorotan publik setelah muncul tudingan bahwa dirinya menganut sekte satanic.
Isu tersebut ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan memicu beragam spekulasi dari warganet.
Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Isyana tampak memberikan respons melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan itu, ia menuliskan sepenggal lirik yang dianggap sebagai bentuk respons atas berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya.
"Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through,” tulis Isyana Sarasvati dikutip Kamis (5/3/2026).
"Terkadang cahaya murni, terkadang gelombang kejam, aku sedang melewatinya," lanjutnya menerjemahkan arti kalimat berbahasa Inggris tersebut.
Baca juga: 5 Foto Wajah Jelek Artis di Masa Sekolah, Yura Yunita dan Isyana Beda Banget, Dulu Tak Kenal Makeup
Unggahan itu pun langsung menarik perhatian para penggemarnya.
Banyak di antara mereka yang memberikan dukungan kepada penyanyi yang dikenal kerap mengeksplorasi berbagai warna musik tersebut.
Di tengah polemik yang berkembang, suami Isyana, Rayhan Maditra Indrayanto turut menyampaikan pandangannya.
Lewat akun Threads miliknya, Rayhan menyebut polemik yang terjadi sebagai ujian bagi seorang musisi, terutama ketika karya yang dibuat dengan penuh kejujuran justru ditafsirkan berbeda oleh publik.
"Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda," tulis Rayhan Maditra.
"Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami," lanjutnya.
Ia berharap semua pihak dijauhkan dari berbagai bentuk fitnah, terlebih di bulan suci Ramadan.
Sebagian pengguna media sosial menuding Isyana Sarasvati terlibat dengan sekte satanik setelah muncul visual mata satu dalam video musik lagu terbarunya.
Isu tersebut bermula dari potongan adegan dalam video musik lagu 'Abadhi' yang menampilkan simbol mata satu dalam beberapa bagian.
Visual tersebut dikaitkan sebagian pengguna media sosial dengan simbol yang kerap diasosiasikan satanisme.
Kontroversi ini muncul di tengah perilisan proyek musik terbaru Isyana Sarasvati yang menjadi bagian dari album kelimanya bertajuk Eklektiko.
Senasib dengan Isyana Sarasvati, 6 musisi dunia juga kerap dituding pengikut sekte satanic. Bahkan, ada yang sempat didemo FPI.
Marilyn Manson dalam buku biografinya yang berjudul The Long Hard Road Out of Hell mengklaim, sebagai penganut Gereja Setan.
Dia bahkan menyebut dirinya sebagai ‘menteri’, sebuah gelar kehormatan yang diberikan langsung oleh Anton Szandor LaVey si pendiri Gereja Setan.
Proses pemberian gelar itu, menurut dia, berlangsung saat dia tur bersama Nine Inch Nails, pada 1994.
"Jadi, jabatan menteri di Gereja Setan itu samalah seperti gelar kehormatan kalau di perguruan tinggi,” ujarnya yang kemudian dibantah Gereja Setan pada 23 Agustus 2018.
Desas-desus Lady Gaga menjadi pemuja setan bermula ketika dia meninggalkan bathtub kamar hotelnya penuh darah di London, Inggris, medio 2011.
Mandi darah diketahui sebagai salah satu ritual yang kerap dilakukan penganut Gereja Setan.
Gara-gara kabar itu pula, Front Pembela Islam menolak Lady Gaga menggelar konser di Indonesia.
Gelombang protes yang sangat masif kala itu, membuat si Mother Monster membatalkan konser yang seharusnya digelar pada 3 Juni 2012, meski tiket sudah terjual habis.
Adanya kabar pasangan ini menjadi pemuja setan dibocorkan Larry Johnson, mantan atlet football sekaligus teman dekat Jay-Z.
Dia mengklaim, pasangan itu sebagai pengikut Gereja Setan dan kerap mengagungkan setan lewat lirik lagu ciptaannya.
“Jika kau mendengar lirik lagunya, di sana akan terselip bagaimana mereka melayani tuhan yang tak sama dengan Tuhan yang kupercaya. Aku menolak doktrin agama dan kebenaran yang berbeda dari yang kuimani,” tuturnya dalam channel YouTube Jason Whitlock, pada 20 November 2022.
Ketika Iron Maiden merilis ‘The Number of the Beast’ pada 1982, album itu menuai sukses besar.
Tak hanya berhasil mendominasi tangga lagu, album tersebut juga terbilang kontroversial karena artwork album tersebut dianggap memuja iblis.
Tudingan itu kemudian dijawab Nicko McBrain, penggebuk drum Iron Maiden.
“Ada karakter iblis dalam artwork buatan Derek Riggs itu yang membuat kami disebut sebagai pemuja setan. Aku beri tahu, tak satupun dari kami menjadi pengikut sekte itu. Tidak akan pernah. Jadi aku bisa bilang artwork pada album itu spektakuler banget,” kata Nicko dalam channel YouTube Iron Maiden, pada 11 Juli 2019.
Madonna diidentikkan sebagai pemuja setan ketika video klip lagu Like A Prayer yang dirilisnya pada 1989, tak hanya dikritik publik namun juga Gereja Katolik.
Hal ini lantaran video itu menampilkan salib terbakar hingga Madonna menggoda Yesus digambarkan sebagai pria keturunan Afro-Amerika.
Madonna yang berasal dari keluarga Katolik itu pun kemudian menjawab kritik Vatikan dalam tur konsernya 'Sticky & Sweet' di Roma, Italia, pada September 2008.
"Aku persembahkan lagu ini untuk Paus, karena aku adalah anak Tuhan. Kalian semua yang ada di sini juga anak Tuhan," ujarnya kala itu.
Band heavy metal asal Inggris ini juga dituding sebagai pemuja setan.
Tuduhan itu mengacu pada kesukaan para member Black Sabbath pada puisi milik Edgar Allan Poe yang kerap dikaitkan dengan pemujaan setan.
Setelah puluhan tahun diam, Ozzy Osbourne akhirnya buka suara tentang tudingan itu.
"Aku hampir tak pernah bicara tentang agama. Selama ini, aku hanya berusaha menjadi orang baik. Dan aku bukan pemuja iblis. Black Sabbath pernah diundang tampil di pemakaman dan kami bilang, 'Imej gelap kami hanyalah guyonan," katanya kepada The San Diego Union-Tribune, pada Oktober 2018.*
Mengutip p2k.stekom.ac.id, satanic atau satanisme adalah sekelompok individu yang berkeyakinan atau ideologis, dan filosofis yang didasarkan pada Setan.
Satanisme ini juga kerap disebut para pemuja setan, dan tidak mengenal Tuhan.
Praktik agama satanisme kontemporer dimulai dengan berdirinya Gereja Setan yang ateis di Amerika Serikat pada tahun 1966.
Satanisme dan konsep setan, juga kerap digunakan oleh seniman dan penghibur untuk ekspresi simbolis.
Pada 1980-an dan 1990-an, histeria pelecehan ritual setan menyebar ke seluruh Amerika Serikat dan Inggris. Kelompok ini juga dicurigai secara teratur melakukan pelecehan seksual dan membunuh anak-anak dalam ritual mereka.
Menurut catatan sejarah, kaum Setanis, yakni para pengikut ajaran setanisme, sudah ada dan melaksanakan kegiatan mereka di setiap tahap sejarah dan dalam setiap peradaban, dari Mesir kuno sampai Yunani kuno, serta sejak Abad Pertengahan sampai hari ini.
Lambang setanisme tradisional yang terpenting adalah dewa Romawi kuno Baphomet. Pada waktu itu, Baphomet menjadi lambang bagi orang yang memuja setan.
Lambang setanis terpenting kedua adalah pentagram, yaitu bintang bersegi lima di dalam lingkaran.
Pada dasarnya aliran Setanisme dibagi menjadi dua macam, yaitu Teistik dan Atheistik.
Aliran teistik atau biasa disebut juga Setanisme Tradisional, adalah suatu bentuk kepercayaan yang menganggap bahwa Setan sebagai dewa.
Aliran Atheistik (Ateis) adalah suatu aliran kepercayaan yang tidak mengakui adanya Tuhan ataupun Dewa untuk disembah.
Kaum setanisme bahkan tidak percaya adaya setan sebagai makhluk yang nyata. Meskipun disebut sebagai penyembah setan, tetapi mereka tidak mengakui adanya setan.
Bagi kaum setanis, setan hanyalah lambang yang menyatakan permusuhan terhadap agama dan prinsip kekerasan hati mereka.
(Banjarmasinpost.co.id/WartaKotalive.com)