Temuan DPRD Sulsel: Ketebalan Aspal Jalan Hertasning Cuma 4 Senti
Abdul Azis Alimuddin March 07, 2026 02:05 AM

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketebalan aspal Jl Letjen Hertasning, Kota Makassar, Sulawesi Selatan hanya sekira 4 sentimeter.

Temuan itu memicu sorotan Anggota Komisi D DPRD Sulsel, menilai pengerjaan proyek tersebut tidak profesional.

Konsultan pengawas atau manajemen konstruksi (MK), dan kontraktor pelaksana dianggap tidak memahami secara baik aspek teknis pekerjaan di lapangan.

"Dari hasil kunjungan kami, ada ketidakprofesionalan dalam pekerjaan ini. Saat di lapangan, MK tidak memahami tugas dan tanggungjawabnya sebagai MK," kata Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, Jumat (6/3/2026).

Temuan ini diperoleh saat dia bersama beberapa anggota komisi D kunjungan kerja ke lokasi proyek, Selasa (3/3) lalu.

Kadir Halid didampingi Lukman B Kady, Aan Nugraha, Abdul Rahman, dan Muh Sadar.

Mereka meninjau proyek Jl Hertasning sepanjang 1,8 kilometer.

Hertasning salah satu ruas jalan arteri utama di Makassar.

Jalan ini menghubungkan kawasan Panakkukang dan Rappocini hingga perbatasan Kabupaten Gowa.

Selain menjadi jalur mobilitas harian masyarakat, ruas ini juga menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta akses menuju kawasan permukiman padat di wilayah selatan Kota Makassar.

Kadir Halid mengungkapkan, ketika anggota komisi D menanyakan berbagai aspek teknis pekerjaan, mulai dari komposisi campuran material hingga spesifikasi pelaksanaan, konsultan pengawas tidak mampu memberikan penjelasan yang memadai.

"Tadi anggota tanya-tanya semua, bagaimana campurannya dan sebagainya, mereka tidak tahu. Ini tentu menjadi catatan serius bagi kami," ujarnya.

Selain itu, Kadir Halid juga mempertanyakan hasil pekerjaan yang disebut telah selesai, tapi hanya memiliki ketebalan aspal sekira 4 sentimeter.

Menurutnya, Komisi D DPRD Sulsel akan mengukur ulang untuk memastikan apakah ketebalannya sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis proyek.

"Ini dianggap sudah selesai, ketebalan hanya 4 sentimeter. Nanti kami ukur, benar tidak sesuai perencanaannya," tegas Kadir Halid.

Secara kasat mata kondisi jalan cukup baik, Kadir Halid menegaskan, seluruh pekerjaan tetap harus memenuhi standar teknis pengaspalan yang telah ditetapkan.

Skala Prioritas

Kadir Halid juga menyoroti penentuan skala prioritas pengerjaan jalan yang dinilai kurang tepat.

Menurutnya, beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan lebih parah justru belum menjadi prioritas penanganan.

"Harusnya jalan yang betul-betul rusak parah, seperti depan Kampus Patria Arta, itu diprioritaskan. Ini akan menjadi evaluasi kami," katanya.

Kadir Halid menegaskan, kunjungan lapangan tersebut memang telah dijadwalkan oleh Komisi D DPRD Sulsel sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

Memastikan komisi D akan meninjau seluruh paket pekerjaan jalan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Sulawesi Selatan.

"Kami sudah jadwalkan dan akan mengunjungi semua, tidak hanya di Hertasning," ujarnya.

Ia menjelaskan proyek jalan yang ditinjau merupakan bagian dari pekerjaan preservasi yang saling terhubung sejumlah ruas lainnya.

Rangkaian proyek tersebut mencakup ruas Jl Hertasning hingga Jl Aroepala, Jl HM Yasin Limpo, Burung-burung–Bili-bili, hingga tersambung ke kawasan Malino, Sinjai, dan Bulukumba.

Proyek Jl Hertasning sendiri merupakan bagian dari Preservasi Paket I yang mulai dikerjakan sejak 17 Desember 2025.

Total nilai kontrak Preservasi Paket I mencapai Rp430,7 miliar, penanganan sepanjang 300,24 kilometer.

Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor preservasi jalan PT Permata Tristar Kharisma KSO.

Perbaikan ruas Jl Hertasning–Aroepala sendiri telah lama dikeluhkan masyarakat.

Selama ini penanganan yang dilakukan dinilai hanya bersifat sementara, seperti pemasangan paving block di sejumlah titik jalan yang rusak.

Pemprov Klaim Perbaikan Sesuai Spesifikasi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan proyek perbaikan jalan, termasuk ruas Hertasning sesuai spesifikasi teknis ditetapkan.

Pemprov juga menegaskan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi cuaca agar kualitas aspal tetap terjaga.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan pihaknya tidak ingin memaksakan pekerjaan saat curah hujan tinggi.

Menurutnya, kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas pengaspalan.

Ia mencontohkan kerusakan sempat terjadi di sekitar Kantor PLN Sulselrabar.

Saat itu, sebagian aspal di sisi kanan jalur sempat mengelupas dan dinilai membahayakan pengendara.

Namun, kata dia, kontraktor pelaksana telah melakukan perbaikan pada bagian yang rusak tersebut.

Menurutnya, proyek preservasi jalan yang sedang berjalan memang direncanakan hingga 2027.

Karena itu, pengerjaan tidak perlu dilakukan secara terburu-buru dan tetap mengutamakan kualitas.

"Prosesnya masih berjalan dan masih ada dua tahun. Jika ada kerusakan, pasti dilakukan pembenahan sesuai spesifikasi teknis," kata Andi Ihsan, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan aspal merupakan material yang sangat sensitif terhadap air.

Curah hujan tinggi dapat membuat air meresap ke dalam pori-pori maupun retakan halus pada lapisan aspal.

Kondisi tersebut dapat melemahkan ikatan antara aspal dan agregat, serta merusak struktur pondasi jalan.

Selain faktor cuaca, beban kendaraan harian juga menjadi salah satu penyebab mempercepat kerusakan permukaan jalan.

"Aspal itu sangat sensitif dengan air. Itu musuh utamanya," ujarnya.

Kondisi serupa juga pernah terjadi pada proyek jalan nasional di ruas Jl Perintis Kemerdekaan dan Jl Urip Sumoharjo.

Proyek tersebut dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel pada akhir 2025.

Saat itu, pengaspalan sebenarnya telah selesai.

Namun, hujan yang turun selama beberapa hari berturut-turut menyebabkan sebagian lapisan aspal mengelupas.

"Selesai sebenarnya, tapi setelah diaspal hujan terus," kata Kepala Satker PJN III Sulsel, Malik.

Sebagai tindak lanjut, BBPJN Sulsel kemudian melakukan pengaspalan ulang sejak akhir Januari 2026.

Ruas Jl Urip Sumoharjo telah selesai diaspal ulang, sementara pengerjaan di Jl Perintis Kemerdekaan masih dilakukan secara bertahap.

Pengaspalan sisi kanan jalur dari Pintu I Universitas Hasanuddin hingga depan Batalyon Kavaleri 10/Mendagiri (Yonkav 10/Serbu) Km 11 telah rampung.

Selanjutnya, pekerjaan difokuskan pada sisi kiri jalur hingga kawasan depan Pesantren IMMIM Putra.

Pengaspalan di depan Kantor PW Muhammadiyah Sulsel juga masih berlangsung secara bertahap.

Kondisi jalan yang masih terlihat mengalami asphalt cutting menunjukkan proses pengerjaan masih berjalan.

Koordinator Proyek PT Mareraya Multipratama Jaya, Muhammad Arsyad, mengatakan pengaspalan sisi kiri dilakukan mulai dari depan gereja menuju kawasan IMMIM.

Pengerjaan tersebut melewati Pintu II Universitas Hasanuddin hingga titik putar balik kendaraan (U-turn).

Sementara untuk kawasan BTP, pengaspalan difokuskan pada titik-titik jalan mengalami kerusakan atau berlubang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.