Harga Penerbangan Charter UEA-India Melonjak, Tembus Rp 32 Juta per Orang
GH News March 07, 2026 06:09 AM
Jakarta -

Harga tiket penerbangan charter dari Uni Emirat Arab (UEA) ke India melonjak tajam setelah pembatasan wilayah udara mengganggu ratusan penerbangan.

Dalam kondisi mendesak, sebagian penumpang bahkan harus merogoh kocek hingga ribuan dirham per orang demi bisa pulang.

Dilansir dari , Sabtu (7/3/2026) agen perjalanan menyebut saat ini tarif kursi di penerbangan charter mulai sekitar Dh2.500 per penumpang (Rp 11 juta) untuk sekali jalan, tergantung rute dan ketersediaan kursi. Namun, beberapa penawaran di media sosial menunjukkan harga yang jauh lebih tinggi, dengan kursi di jet charter pribadi dijual mulai sekitar Dh7.000 (Rp 32 juta) per penumpang.

Lonjakan harga itu terjadi setelah penutupan sementara wilayah udara memicu pembatalan penerbangan secara luas. Situasi tersebut berdampak pada wisatawan yang sedang berada di UEA maupun penumpang transit yang melewati negara tersebut.

Karena penerbangan reguler masih terbatas, sejumlah operator charter mulai menyediakan alternatif perjalanan dari beberapa bandara seperti Fujairah dan Ras Al Khaimah. Manajer senior Wisefox Travels, Subair Thekepurathvalappil, mengatakan agen perjalanan kini membantu penumpang mendapatkan kursi di penerbangan charter yang tersedia.

"Beberapa operator mengatur penerbangan charter dan kami membantu penumpang mendapatkan tempat duduk di penerbangan tersebut," katanya.

Permintaan terhadap layanan ini pun meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Bharath Aidasani mengatakan banyak warga India yang menghubungi agen perjalanan untuk mencari penerbangan pulang.

"Kami menerima banyak sekali pertanyaan dari orang-orang yang ingin terbang pulang ke India. Namun, operator saat ini hanya menjalankan penerbangan terbatas dan konektivitas tidak tersedia ke semua kota," ungkapnya

General Manager Smart Travels, Safeer Mohammed, mengatakan lonjakan permintaan terjadi setelah ratusan penerbangan dibatalkan akibat gangguan wilayah udara.

"Permintaan penerbangan charter di UEA meningkat beberapa hari setelah penutupan wilayah udara yang membatalkan ratusan penerbangan dan berdampak pada ribuan wisatawan dan penumpang transit," ujar Safeer.

Menurutnya, harga yang tinggi saat ini dipicu oleh tingginya kebutuhan perjalanan mendesak. "Biayanya sangat tinggi saat ini. Harga tiket mulai dari Dh2.500 (Rp 11 juga) per orang sekali jalan ke India. Saat ini kami memiliki penerbangan dari Fujairah yang beroperasi ke beberapa kota di India," lanjut Safeer.

Meski demikian, ia memperkirakan harga akan berangsur turun dalam beberapa hari ke depan jika penerbangan reguler mulai kembali normal.

"Mereka yang perlu bepergian mendesak akan membayar tarif tinggi dan berangkat. Dalam empat atau lima hari ke depan, permintaan diperkirakan akan menurun dan akibatnya harga juga akan turun. Kami juga berharap koridor udara akan diperluas untuk mencakup lebih banyak penerbangan dan penundaan penerbangan dapat diselesaikan sebelum Idul Fitri," ia menjelaskan.

Adapun, Direktur Utama Alhind Business Center, Noushad Hassan, mengatakan harga tiket charter meningkat tajam hanya dalam hitungan hari.

"Beberapa tiket yang sebelumnya dijual seharga Dh1.700 (Rp 7 juta) sekarang dijual seharga Dh3.000 (Rp 13 juta). Alasannya adalah permintaan yang sangat tinggi, setiap hari harga terus naik karena ada orang yang bersedia membayarnya," ungkapnya.

Di tengah lonjakan harga, sebagian wisatawan memilih tetap membeli tiket charter demi bisa segera pulang. Misalnya, Rajiv M, turis asal Karnataka, mengatakan dirinya tertahan di UEA setelah penerbangan pulangnya dibatalkan. Ia datang ke Dubai pada akhir Februari untuk liburan singkat dan seharusnya kembali ke Bengaluru beberapa hari kemudian.

"Saya tiba di Dubai pada minggu terakhir bulan Februari untuk berlibur dan seharusnya terbang kembali ke Bengaluru beberapa hari kemudian. Tetapi setelah terjadi gangguan, penerbangan saya dibatalkan dan saya harus tinggal lebih lama dari yang direncanakan," paparnya.

Ia mengaku sempat cemas karena tidak mengetahui kapan penerbangan kembali normal."Awalnya memang menegangkan karena kami tidak tahu kapan penerbangan akan dilanjutkan, tetapi agen perjalanan telah membantu kami dengan informasi terbaru dan berbagai pilihan. Kami bersyukur bahwa pengaturan sedang dilakukan untuk membantu orang-orang kembali ke rumah," tutup Rajiv.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.