Belakangan media sosial ramai menyoroti seorang influencer yang bepergian meski tengah terkena campak. Hal ini mengkhawatirkan masyarakat, terlebih yang sudah terlanjur berinteraksi langsung dengannya saat sakit.
Menanggapi itu, Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Andi Saguni, menyayangkan perilaku influencer atau public figure tersebut. Seharusnya, jika sakit harus tetap berada di rumah sampai benar-benar sembuh.
Lalu, bagaimana jika sudah terlanjur bertemu dengan orang yang terkena campak?
"Jadi sebaiknya yang sudah pernah bertemu, sempat bertemu ketika sakit Public figure tersebut sebaiknya untuk melakukan pemantauan kesehatan mandiri," jelas Andi dalam konferensi pers, Jumat (6/3/2026).
"Jadi, misalkan terkena demam apalagi kalau ada ruang sebaiknya memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan segera," tambahnya.
Kasus campak memang lebih rentan terjadi pada anak-anak. Tapi, bukan berarti orang dewasa tidak bisa mengalaminya.
Maka dari itu, Andi mengingatkan agar orang yang mengalami gejala suspek campak, sebaiknya tidak bepergian atau beraktivitas di luar rumah untuk sementara waktu.
Sebab, potensi penularan campak akan lebih cepat terjadi jika orang yang sakit tetap beraktivitas di luar rumah.
"Kemungkinan orang untuk kumpul bersama itu besar, jadi kasus-kasus yang suspek sebaiknya tidak ke mana-mana," pungkasnya.







