Daftar 6 Musisi Dituding Penganut Sekte Satanis, Ada yang Bahkan Ditolak Konser di Indonesia
Indry Panigoro March 07, 2026 09:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Belakangan ini nama Isyana Sarasvati ramai diperbincangkan setelah muncul tudingan yang menyebut dirinya terkait dengan sekte satanisme.

Isu tersebut muncul setelah sejumlah warganet mengaitkan konsep visual serta gaya artistik yang sering ditampilkan Isyana dalam karya musiknya dengan simbol-simbol tertentu.

Menanggapi tudingan tersebut, penyanyi yang dikenal dengan eksplorasi musik eksperimental itu tidak memberikan klarifikasi panjang.

Ia justru menuliskan sepenggal lirik bernuansa reflektif melalui unggahan media sosialnya.

“Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through,” tulis Isyana dalam unggahan yang dikutip pada Kamis (5/3/2026).

Selama ini Isyana memang dikenal sebagai musisi yang kerap menghadirkan konsep kreatif yang berbeda dalam setiap proyek musiknya.

Eksplorasi musikal yang luas membuat penampilannya sering dipadukan dengan visual artistik yang tidak biasa.

Suami Isyana, Rayhan Maditra Indrayanto, juga ikut memberikan tanggapan.

Melalui akun Threads miliknya, Rayhan menilai polemik tersebut menjadi ujian bagi seorang musisi ketika karya yang dibuat secara jujur justru ditafsirkan berbeda oleh sebagian publik.

Menurutnya, sering kali asumsi muncul lebih cepat dibanding upaya untuk memahami maksud karya tersebut.

Ia pun berharap masyarakat dijauhkan dari fitnah, terlebih di bulan suci Ramadan.

Tudingan terhadap Isyana mulai ramai setelah muncul simbol mata satu dalam video musik lagu terbarunya berjudul “Abadhi”.

Potongan adegan yang menampilkan simbol tersebut kemudian dikaitkan oleh sebagian pengguna media sosial dengan simbol yang kerap diasosiasikan dengan satanisme.

Kontroversi ini muncul bersamaan dengan perilisan proyek musik terbaru Isyana yang menjadi bagian dari album kelimanya bertajuk Eklektiko.

"Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda," tulis Rayhan Maditra.

"Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami," lanjutnya.

Ia berharap semua pihak dijauhkan dari berbagai bentuk fitnah, terlebih di bulan suci Ramadan.

Serupa Kasus Baskara Putra

Sebelumnya, ramai di media sosial vokalis band Feast, Baskara Putra alias Hindia disebut-sebut menyebarluaskan aliran satanic dan iluminati.

Sosok Baskara Putra belakangan menjadi sorotan setelah sebuah video konsernya viral di media sosial.

Grup musik beraliran indie tersebut disinyalir telah menyebarkan aliran satanis dan Illuminati, atau pemuja setan.

Dalam video tersebut pemilik nama panggung Hindia itu meminta penonton untuk menutup mata saaat menyanyikan lagu berjudul Matahari Tenggelam.

Dalam video yang beredar, Baskara meminta penonton untuk menutup mata menggunakan kain yang telah mereka bawa.

Kemudian, penonton diminta untuk membuka kembali penutup mata tersebut saat di tengah lagu, dan mereka disuguhi dengan kehadiran patung yang diduga sebagai simbol satanis.

Beberapa warganet menyebut patung yang dihadirkan di atas panggung merupakan simbol baphomet.

Baphomet merupakan entitas setan yang diyakini disembah oleh Kesatria Templar yang kemudian menjadi simpol pemujaan setan. Sementara itu, ikon baphoment sebagai idola berkepala kambing menjadi simbol okultisme, khususnya sebagai representasi iblis.

Tak hanya itu, layar LED di panggung juga tampak memperlihatkan tanda segitiga mata satu

Momen tersebut membuat warganet ramai menuding pendiri band Feast tersebut menyelipkan ajaran setan dan iluminati saat konser berlangsung.

Baskara Putra memberikan klarifikasi di Instagram @wordfangs, menjelaskan patung dalam konser terinspirasi dari tema mitologi kuno Yunani, Blue Valley.

Meski demikian, perdebatan dan spekulasi mengenai aliran satanis dan Illuminati tersebut direspons secara santai oleh Baskara Putra.

Melalui akun Twitternya @wordfangs pada Selasa (14/11), Baskara membuat cuitan terkait dirinya yang dituding sebagai iluminati.

"Puji Tuhan dianggap illuminati. Apakah ini tandanya aku sudah dianggap sukses?." Cuitan tersebut kini telah mendapat lebih dari 14 ribu like.

Selain itu, sejumlah musisi dunia juga kerap dituding pengikut sekte satanic. Bahkan, ada yang sempat didemo FPI.

1. Marilyn Manson

Marilyn Manson dalam buku biografinya yang berjudul The Long Hard Road Out of Hell mengklaim, sebagai penganut Gereja Setan. 

Dia bahkan menyebut dirinya sebagai ‘menteri’, sebuah gelar kehormatan yang diberikan langsung oleh Anton Szandor LaVey si pendiri Gereja Setan. 

Proses pemberian gelar itu, menurut dia, berlangsung saat dia tur bersama Nine Inch Nails, pada 1994. 

"Jadi, jabatan menteri di Gereja Setan itu samalah seperti gelar kehormatan kalau di perguruan tinggi,” ujarnya yang kemudian dibantah Gereja Setan pada 23 Agustus 2018.

2. Lady Gaga

Desas-desus Lady Gaga menjadi pemuja setan bermula ketika dia meninggalkan bathtub kamar hotelnya penuh darah di London, Inggris, medio 2011. 

Mandi darah diketahui sebagai salah satu ritual yang kerap dilakukan penganut Gereja Setan.

Gara-gara kabar itu pula, Front Pembela Islam menolak Lady Gaga menggelar konser di Indonesia. 

Gelombang protes yang sangat masif kala itu, membuat si Mother Monster membatalkan konser yang seharusnya digelar pada 3 Juni 2012, meski tiket sudah terjual habis.

3.Jay-Z dan Beyonce

Adanya kabar pasangan ini menjadi pemuja setan dibocorkan Larry Johnson, mantan atlet football sekaligus teman dekat Jay-Z. 

Dia mengklaim, pasangan itu sebagai pengikut Gereja Setan dan kerap mengagungkan setan lewat lirik lagu ciptaannya.

“Jika kau mendengar lirik lagunya, di sana akan terselip bagaimana mereka melayani tuhan yang tak sama dengan Tuhan yang kupercaya. Aku menolak doktrin agama dan kebenaran yang berbeda dari yang kuimani,” tuturnya dalam channel YouTube Jason Whitlock, pada 20 November 2022.

4. Iron Maiden

Ketika Iron Maiden merilis ‘The Number of the Beast’ pada 1982, album itu menuai sukses besar. 

Tak hanya berhasil mendominasi tangga lagu, album tersebut juga terbilang kontroversial karena artwork album tersebut dianggap memuja iblis. 

Tudingan itu kemudian dijawab Nicko McBrain, penggebuk drum Iron Maiden.

“Ada karakter iblis dalam artwork buatan Derek Riggs itu yang membuat kami disebut sebagai pemuja setan. Aku beri tahu, tak satupun dari kami menjadi pengikut sekte itu. Tidak akan pernah. Jadi aku bisa bilang artwork pada album itu spektakuler banget,” kata Nicko dalam channel YouTube Iron Maiden, pada 11 Juli 2019.

5. Madonna

Madonna diidentikkan sebagai pemuja setan ketika video klip lagu Like A Prayer yang dirilisnya pada 1989, tak hanya dikritik publik namun juga Gereja Katolik.

Hal ini lantaran video itu menampilkan salib terbakar hingga Madonna menggoda Yesus digambarkan sebagai pria keturunan Afro-Amerika.

Madonna yang berasal dari keluarga Katolik itu pun kemudian menjawab kritik Vatikan dalam tur konsernya 'Sticky & Sweet' di Roma, Italia, pada September 2008. 

"Aku persembahkan lagu ini untuk Paus, karena aku adalah anak Tuhan. Kalian semua yang ada di sini juga anak Tuhan," ujarnya kala itu.

6. Black Sabbath 

Band heavy metal asal Inggris ini juga dituding sebagai pemuja setan. 

Tuduhan itu mengacu pada kesukaan para member Black Sabbath pada puisi milik Edgar Allan Poe yang kerap dikaitkan dengan pemujaan setan. Setelah puluhan tahun diam, Ozzy Osbourne akhirnya buka suara tentang tudingan itu.

"Aku hampir tak pernah bicara tentang agama. Selama ini, aku hanya berusaha menjadi orang baik. Dan aku bukan pemuja iblis. Black Sabbath pernah diundang tampil di pemakaman dan kami bilang, 'Imej gelap kami hanyalah guyonan," katanya kepada The San Diego Union-Tribune, pada Oktober 2018.*

Lalu, apa sebenarnya aliran satanic?

Mengutip p2k.stekom.ac.id, satanic atau satanisme adalah sekelompok individu yang berkeyakinan atau ideologis, dan filosofis yang didasarkan pada Setan.

Satanisme ini juga kerap disebut para pemuja setan, dan tidak mengenal Tuhan.

Praktik agama satanisme kontemporer dimulai dengan berdirinya Gereja Setan yang ateis di Amerika Serikat pada tahun 1966.

Satanisme dan konsep setan, juga kerap digunakan oleh seniman dan penghibur untuk ekspresi simbolis.

Pada 1980-an dan 1990-an, histeria pelecehan ritual setan menyebar ke seluruh Amerika Serikat dan Inggris. Kelompok ini juga dicurigai secara teratur melakukan pelecehan seksual dan membunuh anak-anak dalam ritual mereka.

Menurut catatan sejarah, kaum Setanis, yakni para pengikut ajaran setanisme, sudah ada dan melaksanakan kegiatan mereka di setiap tahap sejarah dan dalam setiap peradaban, dari Mesir kuno sampai Yunani kuno, serta sejak Abad Pertengahan sampai hari ini.

Lambang setanisme tradisional yang terpenting adalah dewa Romawi kuno Baphomet. Pada waktu itu, Baphomet menjadi lambang bagi orang yang memuja setan.

Lambang setanis terpenting kedua adalah pentagram, yaitu bintang bersegi lima di dalam lingkaran.

Pada dasarnya aliran Setanisme dibagi menjadi dua macam, yaitu Teistik dan Atheistik.

Aliran teistik atau biasa disebut juga Setanisme Tradisional, adalah suatu bentuk kepercayaan yang menganggap bahwa Setan sebagai dewa.

Aliran Atheistik (Ateis) adalah suatu aliran kepercayaan yang tidak mengakui adanya Tuhan ataupun Dewa untuk disembah.

Kaum setanisme bahkan tidak percaya adaya setan sebagai makhluk yang nyata. Meskipun disebut sebagai penyembah setan, tetapi mereka tidak mengakui adanya setan.

Bagi kaum setanis, setan hanyalah lambang yang menyatakan permusuhan terhadap agama dan prinsip kekerasan hati mereka.

Sumber: Banjarmasin Post

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.