Anies Baswedan Tegaskan Keluar BoP Bentukan Trump Bukan Berarti Anti Damai: Setia Pada Nurani Bangsa
Febriana Nur Insani March 07, 2026 10:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace memang menuai pro dan kontra di masyarakat.

Board of Peace (BoP) sendiri merupakan organisasi internasional yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk misi perdamaian.

Akan tetapi, Donald Trump sendiri malah memerintahkan serangan udara ke Iran hingga menewaskan Ayatollah Ali Khamenei selaku pemimpin tertinggi.

Hal itulah yang akhirnya menimbulkan pertanyaan bagi khalayak, salah satunya diungkapkan Anies Baswedan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus pesaing Prabowo Subianto di Pilpres 2024 itu menanggapi soal keikutsertaan Indonesia dalam BoP lewat sebuah video yang diunggah ke Instagram pada 5 Maret 2026.

Anies awalnya mengingatkan soal tujuan negara Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

"Kali ini saya ingin urun pendapat tentang sikap kita di panggung global, Indonesia adalah negara yang lahir dari penolakan terhadap penjajahan.

Di pembukaan UUD 1945, kita berjanji untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Sebagai pelopor Konferensi Asia-Afrika dan gerakan non blok, kita mewarisi reputasi sebagai suara dunia ke-3 yang berani mengingatkan negara-negara besar agar tunduk pada hukum internasional.

Karena itu, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang dibentuk dan dipimpin seumur hidup oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menimbulkan satu pertanyaan mengganggu.

Apakah ini benar-benar jalan untuk perdamaian yang adil, atau kita sedang ikut melegitimasi ketidakadilan yang selama ini kita kecam?," ucap Anies dikutip dari Instagram pribadinya, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: Wanda Hamidah Kritik Prabowo, Desak Indonesia Keluar BoP, Rp 17 T Lebih Baik untuk Korban Sumatera

PANDANGAN ANIES BASWEDAN - Anies Baswedan soroti keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump. Ia pun berharap Prabowo Subianto mundur dari BoP.
PANDANGAN ANIES BASWEDAN - Anies Baswedan soroti keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump. Ia pun berharap Prabowo Subianto mundur dari BoP. (Instagram @aniesbaswedan @presidenrepublikindonesia)

Anies Menilai Trump Telah Langgar Hukum Internasional

Anies pun bingung, Board of Peace menyuarakan perdamaian namun pendirinya malah melakukan serangan terhadap Iran.

Padahal tidak ada ancaman nyata maupun perintah dari PBB. Ia menyebut Trump telah melanggar hukum internasional.

"Board of Peace memang tertulis menjanjikan perdamaian, namun ketuanya yaitu Presiden Trump, justru baru saja memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel.

Tanpa mandat PBB, tanpa ancaman nyata, dan di tengah negosiasi yang justru menunjukkan kemajuan dan dengan level korban sampai ke kepala negara.

Bagaimana mungkin dewan perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia?," bebernya.

Pada akhirnya Anies berharap Indonesia bisa mundur dari keanggotaan BoP.

Ia meyakinkan bahwasanya langkah mundur bukan berarti Indonesia anti dengan perdamaian.

Keluar dari BoP justru memperlihatkan bahwasanya Indonesia yang setia pada nurani bangsa.

Baca juga: Janji Prabowo Andai Misi Perdamaian Gagal Tercapai, KH Said Aqil: Beliau Akan Mudur dari BoP

INDONESIA GABUNG BOP - Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace menuai pro kontra. Anies Baswedan harap Indonesia mundur dari BoP.
INDONESIA GABUNG BOP - Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace menuai pro kontra. Anies Baswedan harap Indonesia mundur dari BoP. (Foto tangkapan layar Kompas.TV)

"Bebas aktif bukan berarti asal ikut di semua meja, bebas aktif adalah kewajiban memilih meja yang selaras dengan prinsip kita yaitu membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan membela korban penjajahan.

Bukan malah memberi karpet merah pada pelakunya. Maka kita bisa gunakan momentum serangan ke Iran ini untuk keluar dari Board of Peace dan menyatakan dengan tegas, maaf Indonesia tidak bisa berada dalam forum perdamaian yang menutup mata pada pelanggaran hukum internasional oleh pendirinya sendiri," kata Anies.

"Keluar dari Board of Peace bukan tindakan anti perdamaian, itu adalah cara kita menunjukkan bebas aktif bukan soal mendekat ke pusat-pusat kekuasaan, tapi soal kesetiaan pada nurani bangsa.

Apakah kita rela, menukar warisan The Spirit of Bandung dengan simbol keikutsertaan di sebuah dewan perdamaian yang bahkan tak sanggup menyandang namanya sendiri?

Kita perlu pikirkan secara serius," pungkasnya.

(TribunTrends.com/Febriana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.