Perhimpunan Pemuda Hindu Gelar Rakernas, Soroti Konflik Timur Tengah yang Berdampak ke Indonesia
Putu Dewi Adi Damayanthi March 07, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIII Indonesia yang digelar di Jakarta pada 6–8 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradah Indonesia, I Putu Yoga Saputra, menyoroti situasi geopolitik global yang tengah memanas dan berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

Hal itu ia sampaikan dalam sambutan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIII DPN Peradah Indonesia di Rawamangun, Jakarta.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Ratu Isyana Bagoes Oka.

Baca juga: 8.187 Penumpang Bandara Bali Terdampak Perang Timur Tengah, Emirates Operasikan Satu Pesawat

Juga hadir Direktur Bimbingan Masyarakat Hindu, Kemenag RI, I Nengah Duija beserta pimpinan ormas Hindu dan pemuda lintas agama.

"Saat ini kita dihadapkan dengan kondisi geopolitik dunia yang saat ini sedang memanas. Bisa kita saksikan di media massa maupun media sosial, konflik dan perang kawasan yang terjadi di Timur Tengah telah memberi sinyal mengkhawatirkan," kata Yoga.

Menurutnya, tantangan global tersebut menuntut kesiapan semua elemen bangsa untuk menjaga stabilitas nasional.

Yoga menilai hal itu akan berdampak langsung pada kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia.

"Tentu suka tidak suka situasi ini akan berdampak pada kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia," lanjutnya.

Kendati demikian, Yoga meyakini pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mampu menangani krisis akibat ketidakpastian geopolitik dunia.

Pria kelahiran Jawa Tengah itu menyoroti kebijakan diplomasi Presiden menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga posisi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

"Namun kami yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut," kata Yoga.

"Kami melihat bagaimana beliau terus membangun hubungan diplomasi dengan berbagai negara. Bagi kami, langkah diplomasi tersebut menjadi modal yang sangat kuat untuk membawa Indonesia melewati masa-masa penuh tantangan akibat situasi global saat ini," tambahnya.

Yoga juga menyebut sejumlah program strategis seperti ketahanan pangan hingga stimulus ekonomi sebagai langkah menjamin kesiapan nasional.

Program-program tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Yoga menegaskan bahwa Peradah akan senantiasa mendukung program strategi itu.

"Selain itu, berbagai program strategis juga digenjot oleh pemerintah untuk menjamin ketahanan ekonomi nasional. Untuk itu, kami juga ingin menegaskan komitmen bahwa pemuda Hindu siap mendukung berbagai program strategis prioritas pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, ketahanan pangan, serta berbagai program lain yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat serta ketahanan nasional," papar Yoga.

Dirinya kemudian menyinggung berbagai kritik hingga cemooh yang bermunculan menyoroti program strategis tersebut.

Menurutnya hal itu merupakan dinamika wajar dalam demokrasi.

Yoga mendorong program tersebut tetap berjalan dengan tujuan kepentingan rakyat banyak.

"Memang kita mendengar banyak kritik, koreksi, bahkan cemooh terhadap program-program tersebut. Bagi kami hal itu biasa dalam dinamika berdemokrasi. Akan tetapi, selama program itu ditujukan untuk kepentingan rakyat kecil, maka program tersebut harus terus dijalankan. Tentu saja evaluasi dan perbaikan tetap diperlukan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.