TRIBUNBATAM.id, BATAM - Proses pencarian terhadap satu kru kapal Tug Boat Mega yang tenggelam di kawasan galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjunguncang, Batuaji, Batam, hingga kini masih terus dilakukan oleh tim SAR.
Korban yang belum ditemukan diketahui bernama Yusuf Tankin, satu dari lima kru kapal yang berada di atas kapal saat insiden terjadi.
Hingga saat ini, tim Sar masih berupaya memastikan keberadaan korban.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kepulauan Riau, Dicky Wijaya, mengatakan proses evakuasi masih berlangsung.
Saat ini tim SAR fokus melakukan penarikan kapal ke tepi sebelum dilakukan proses pengangkatan.
“Untuk kru yang belum ditemukan, kita belum tahu keberadaannya apakah masih berada di dalam kapal atau sudah terbawa arus,” ujar Dicky, Sabtu (7/3/2026).
Dicky menjelaskan posisi kapal saat ini sudah berada di area GT galangan PT ASL. Namun, tim SAR masih melakukan koordinasi dan rapat teknis untuk menentukan langkah terbaik dalam proses pengangkatan kapal.
“Posisi kapal sudah berada di area GT PT ASL. Untuk proses pengangkatan, tim SAR masih melakukan rapat koordinasi,” kata Dicky..
Sementara itu, tiga kru kapal yang menjadi korban meninggal dunia dalam insiden tersebut telah dipulangkan ke rumah duka masing-masing setelah melalui proses pemulasaran di Rumah Sakit Mutiara Aini, Batam.
Sekitar pukul 00.53 WIB, keluarga kapten kapal Abdul Rahman menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi dan meminta agar jenazah segera dipulangkan untuk dimakamkan.
“Kami dari perwakilan keluarga kapten kapal Abdul Rahman telah membuat surat persetujuan agar jenazah segera dipulangkan dan dimakamkan. Kami menolak dilakukan autopsi,” ujar salah satu perwakilan keluarga.
Awalnya jenazah sempat direncanakan akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lanjutan. Namun keluarga memilih langsung membawa pulang jenazah ke rumah duka di kawasan Tiban.
Tak lama kemudian, ambulans membawa jenazah Abdul Rahman menuju rumah duka.
Permintaan serupa juga diajukan oleh keluarga Guntur Pardede korban lainnya. Jenazah pria berusia sekitar 50 tahun itu dipulangkan menggunakan ambulans untuk dimakamkan oleh keluarga.
Selanjutnya, sekitar pukul 01.07 WIB, jenazah Jhonson Bartuahman Damanik korban ketiga juga diberangkatkan dari RS Mutiara Aini menuju rumah duka di kawasan Tembesi.
Baca juga: Tim Basarnas Angkat Tugboat Terbalik di ASL Batam, Yusuf Tankin Diduga Terjebak di Dalamnya
Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang menerima laporan kejadian pada pukul 17.57 WIB. Berdasarkan laporan awal, terdapat lima orang yang berada di dalam kapal saat insiden terjadi.
Dari total lima orang di atas kapal (Person On Board/POB), tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Mutiara Aini Batam. Satu orang berhasil selamat, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Berikut rincian data korban:
1. M. Habib Ansyari (ABK) – Selamat
2. Abdul Rahman (Kapten) – Meninggal Dunia
3. Guntur Pardede (Chief) – Meninggal Dunia
4. Jhonson Bertuahman Damanik (KKM) – Meninggal Dunia
5. Yusuf Tankin (Second Engineer) – Dalam Pencarian
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos SAR Batam langsung mengerahkan lima personel tim rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 18.05 WIB menggunakan kendaraan operasional. Tim tiba di lokasi kejadian perkara (LKP) sekitar pukul 19.05 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah pihak, di antaranya VTS Batam, Polairud Polda Kepri, serta pihak PT ASL Batam. Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal untuk menemukan korban yang masih hilang.(Ian)