Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Kasus suspek campak menjadi salah satu penyakit yang cukup tinggi menyerang masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah Kota Depok, Jawa Barat.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, sebanyak 63.769 kasus campak terjadi pada 2025 lalu. 11.094 kasus di antaranya telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Sementara di 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek campak di Indonesia dengan 572 kasus di antaranya terkonfirmasi laboratorium.
Kasus Campak di Kota Depok
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Devi Maryori menjelaskan, kasus campak di wilayahnya pada 2025 tercatat sebanyak 1.365.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 144 kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Melihat tingginya kasus campak tahun lalu, Devi menekankan perlunya kewaspadaan karena penularannya sangat mudah terjadi, terutama pada anak-anak.
Campak sendiri merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh Morbilivirus.
"Penularannya dapat terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara,” ungkapnya.
Gejala dan Pencegahan Campak
Menurut Devi, masyarakat perlu mengenali gejala campak sejak dini agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Orang yang baru terkena virus campak biasanya ditandai dengan demam tinggi hingga mencapai suhu 40 derajat celcius.
“Setelah itu, akan muncul ruam kemerahan yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh,” jelasnya.
Setelah mengalami demam dan ruam, penderita campak juga kerap mengalami batuk kering disertai pilek.
Melihat tingginya angka campak, Devi meminta agar masyarakat waspada untuk mencegah penularannya.
“Penting untuk mencegah terjadinya penularan yang lebih luas, khususnya di lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat umum," pungkasnya. (m38)