Komisi E DPRD Jateng Ajak Warga Melek Bencana di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Putradi Pamungkas March 07, 2026 03:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG – Cuaca di wilayah Jawa Tengah belakangan ini cukup ekstrem dan membawa ancaman nyata bencana hidrometeorologi.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng, Messy Widiastuti, menekankan bahwa kondisi ini tentu tidak membuat nyaman masyarakat.

Menurut Messy, masyarakat kerap menghadapi berbagai bencana, mulai dari tanah longsor, tanah bergerak, banjir, puting beliung, hingga bencana lainnya.

"Tentunya kita semua harus selalu waspada dan mempersiapkan diri apabila terjadi kejadian-kejadian seperti ini, kita sudah siap dalam menghadapi," Kata Messy, dalam sebuah acara diskusi yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi lokal Solo.

Penanganan Bencana Butuh Peran Bersama

Messy menjelaskan bahwa penanganan bencana alam tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi juga seluruh masyarakat yang pertama kali menghadapi bencana.

Sinergi dan kolaborasi antara pihak-pihak terkait, khususnya di Jawa Tengah, dinilai sudah cukup baik.

"Banyak hal sih yang harus dikerjakan. Karena untuk menangani bencana alam itu tidak BPPD saja. Tetapi juga masyarakat itu sendiri yang pertama kali menghadapi bencana, harus siap," paparnya.

Dialog penanganan cuaca ekstrem di Jawa Tengah
WASPADA BENCANA - Dialog penanganan cuaca ekstrem di Jawa Tengah. Masyarakat kerap menghadapi berbagai bencana, mulai dari tanah longsor, tanah bergerak, banjir, puting beliung, hingga bencana lainnya.

Alih Fungsi Hutan dan Reboisasi

Politisi tersebut menyoroti alih fungsi hutan yang banyak digunduli untuk kepentingan tertentu.

Menurut Messy, kondisi ini perlu dihentikan dan ditangani melalui reboisasi agar tidak menimbulkan bencana seperti banjir.

"Jangan sampai terjadi pengundulan seperti ini. Sehingga mengakibatkan banjir yang luar biasa, rakyat yang dirugikan. Dan kalau sudah tahu seperti itu ya kita harus revitalisasi segera," tegasnya.

Baca juga: Hujan dan Cuaca Ekstrem Picu Jalan Rusak, Perbaikan Jalur Mudik di Solo Raya Dikebut

Evaluasi Aktivitas Perusahaan dan Tambang

Messy juga menekankan pentingnya mengkaji ulang keberadaan perusahaan maupun tambang yang aktivitasnya berpotensi menimbulkan bencana, meskipun sudah memiliki izin resmi.

"Walaupun sudah berizin tetapi mengakibatkan banjir bandang seperti ini ya tentunya harus dievaluasi. Tidak jawabnya sudah punya izin terus tidak dipermasalahkan. Gak boleh begitu, harus ada tindakan tegas. Harus ada perbaikan," jelasnya.

Selain itu, Messy mendorong terbentuknya masyarakat tangguh bencana di setiap daerah.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi bencana.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.