TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Perayaan Festival Cap Go Meh 2577 tahun 2026 di Kota Pontianak berlangsung meriah dan sukses.
Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Pontianak, Hendry Pangestu Lim, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
Menurut Hendry, seluruh agenda perayaan berjalan lancar sejak awal hingga penutupan.
Berbagai kegiatan yang digelar di sepanjang Jalan Diponegoro hingga Parade Naga Bersinar di Jalan Gajah Mada dengan panggung utama di halaman Harris Hotel Pontianak berlangsung tertib dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Baca juga: Dari Rasa Takut hingga Pasrah, Kisah Tatung Alung Saat Atraksi Ekstrem Cap Go Meh Singkawang
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga rangkaian kegiatan Cap Go Meh 2577 dapat berjalan dengan baik,” ujar Hendry pada Sabtu 7 Maret 2026.
Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pontianak bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait yang telah memberikan dukungan penuh, mulai dari proses perizinan, penyediaan fasilitas, hingga pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Tak hanya itu, Hendry juga mengucapkan terima kasih kepada manajemen kegiatan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta para relawan yang telah bekerja keras sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara dengan penuh dedikasi.
Apresiasi juga disampaikan kepada para seniman dan peserta kegiatan budaya yang telah menampilkan berbagai atraksi menarik, serta masyarakat Kota Pontianak yang turut memeriahkan festival budaya tahunan tersebut.
Baca juga: Kapolres Ketapang Bersama Forkopimda Hadiri Perayaan Malam Cap Go Meh 2577 di Klenteng Tua Pek Kong
Hendry menilai, keterlibatan berbagai elemen masyarakat membuat perayaan Cap Go Meh bukan hanya sekadar acara budaya, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan toleransi antar etnis di Kota Pontianak.
“Cap Go Meh bukan hanya perayaan bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persahabatan dan toleransi antar suku, etnis, dan agama di Pontianak,” ungkapnya.
Dalam perayaan tahun ini, Parade Naga Bersinar menjadi salah satu atraksi utama yang paling dinantikan masyarakat.
Sebanyak 49 kelompok naga ikut berpartisipasi dengan ukuran yang bervariasi.
Naga terpanjang mencapai 118 meter, sementara naga terpendek memiliki panjang sekitar 20 meter.
Seluruh naga tersebut merupakan hasil kreativitas masyarakat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, turut mengapresiasi pelaksanaan festival budaya tersebut.
Ia menyebut setiap penyelenggaraan Parade Naga Bersinar selalu menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.
“Setiap digelarnya Parade Naga Bersinar pada perayaan Cap Go Meh, Jalan Gajah Mada selalu dipenuhi warga dari berbagai etnis yang ingin menyaksikan,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa budaya mampu mempersatukan masyarakat di tengah keberagaman.
Terlebih lagi, perayaan tahun ini berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Hal serupa juga disampaikan Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin.
Ia menilai perayaan Cap Go Meh memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu event wisata unggulan Kota Pontianak.
Di sisi lain, pengamanan selama kegiatan berlangsung juga berjalan optimal.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, mengatakan sebanyak 755 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
“Meskipun masyarakat berdesakan, tidak ada gesekan apa pun. Warga sangat tertib,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Cap Go Meh yang beriringan dengan bulan Ramadan menjadi gambaran kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan yang terjaga di tengah masyarakat Kota Pontianak.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!