Berkah Program MBG, Penjualan Suzuki New Carry di Jatim Laris Manis
Wiwit Purwanto March 07, 2026 03:04 PM

 

SURYA.co.id SURABAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa berkah bagi penjualan mobil pikap Suzuki New Carry di Jawa Timur yang menunjukkan trend positif, salah satunya terdorong oleh meningkatnya permintaan kendaraan niaga untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Wiyarso, Senior Area Sales Manager PT United Motor Centre (UMC) mengakui tentang hal itu. Menurutnya program  MBG memang membuat penjualan Suzuki New Carry melonjak.

“Program pemerintah tersebut memberikan dampak signifikan terhadap penjualan kendaraan, khususnya di segmen pikap, menurutnya, model Carry Pick Up menjadi tulang punggung penjualan Suzuki di Jawa Timur sejak semester kedua 2025,”jelasnya, Jumat (06/03/2026).

Wiyarso memaparkan, jika sebelum ada MBG per bulan bisa menjual 140 hingga 150 unit, sejak ada MBG menjadi 240 hingga 250 unit.

Terjual Lebih Dari 300 Unit Perbulan 

“Besar sekali kenaikannya. Kami terdampak, Kalau ditotal dari seluruh dealer Suzuki bisa lebih dari 300 unit terjual per bulan di Jatim,” tambahnya.

Baca juga: New Carry Tulang Punggung Penjualan Suzuki, Dorong Perputaran Ekonomi Sektor UMKM

Bahkan kenaikan itu dialami UMC sejak akhir 2025 lalu dan berlangsung hingga saat ini. Namun buru buru ia menjamin jika stok di Jatin cukup aman saat ini.

“Stok di Jatim aman. Tidak sampai inden berlama-lama. Seminggu atau dua minggu sudah kita delivery. Untuk nasional memang kapasitas produksi ditambah,” tambahnya.

Selama ini New Carry memegang share penjualan tertinggi yakni sebesar 45 persen dari total penjualan Suzuki di UMC. Dengan adanya program MBG ini kemungkinan besar akan bertambah.

“Pasar masih besar. Ada ribuan dapur MBG di Jatim yang butuh kendaraan niaga. Pengalaman selama ini, satu dapur membutuhkan minimal dua unit kendaraan. Bahkan ada yang beli enam unit, delapan hingga sepuluh unit,” tukasnya.

Dari penjualan yang selama ini dilakukan, Wiyarso mengaku banyak yang membelinya secara tunai. “Kalau selama ini banyak yang kredit, sekarang ini fifty-fifty antara yang tunai dan kredit,” tuturnya. 

Pasar Otomotif Mulai Bergairah

Secara umum, pasar otomotif di Jawa Timur sempat mengalami penurunan pada 2025. Sepanjang tahun tersebut total pasar tercatat sekitar 68.457 unit, turun sekitar 19–20 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 87.666 unit.

Namun memasuki akhir 2025, pasar mulai menunjukkan pemulihan. Pada November 2025 penjualan mobil di Jawa Timur mencapai 5.972 unit, lalu meningkat menjadi sekitar 7.000 unit pada Desember.

Momentum peningkatan tersebut juga didukung peluncuran model baru Suzuki serta meningkatnya kebutuhan kendaraan niaga dari berbagai sektor.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.