TRIBUNJATIM.COM - Simak kumpulan amalan itikaf yang bisa dilakukan sembari menunggu malam Lailatul Qadar di bulan suci Ramadan.
Umat Islam dianjurkan itikaf di masjid agar semakin mempertebal iman dan khusyuk bisa dirasakan maksimal.
Itikaf jika di bulan Ramadan bisa juga dilakukan sembari menunggu malam Lailatul Qadar.
Iktikaf merupakan momen seorang Muslim berdiam diri di dalam masjid.
Baca juga: Apakah Mimpi Basah saat Ramadan Bisa Membatalkan Puasa?
Di sinilah proses muhasabah diri dan memohon ampunan Allah serta mengucapkan doa-doa terbaik dalam hidup.
Iktikaf ini bisa dilakukan umat Muslim atau Muslimah.
Biasanya, banyak dilakukan memasuki fase 10 hari kedua.
Atau saat pertengahan Ramadan, menjelang akhir Ramadan.
Lantas apa saja yang perlu dipersiapkan saat momen iktikaf?
Marilah mempersiapkan diri bergegas menghadapi 10 malam terakhir Ramadan 1447 H/2026 Masehi.
Iktikaf sendiri sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW saat di bulan Ramadan.
Baginda Rasulullah SAW selalu i'tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Bahkan, ia pernah melakukan iktikaf selama 20 hari pada tahun di mana dirinya wafat.
Bagi Anda yang ingin melaksanakan iktikaf, ada beberapa hal yang harus dipahami.
Di antaranya adalah lafal niat untuk iktikaf.
Simak niat dan amalan yang harus dilakukan saat iktikaf:
Begini niatnya:
نَوَيْتُالْاِعْتِكَافَ لِلّٰهِ تَعَالٰى
Nawaitul Iktikaafa lillaahi ta’ala,
“Saya niat iktikaf karena iman dan mengharap akan Allah, karena Allah Ta’ala."
Saat iktikaf dianjurkan untuk membaca doa:
اَللّٰهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّتُحِبُّ الْعَفْوَفَاعْفُ عَنِّيْ
“Ya Allah, bahwasanya Engkau menyukai pemaafan, karena itu maafkanlah aku.”
Iktikaf harus dilakukan di masjid dan dianggap sah bila memenuhi rukun-rukun sebagai berikut:
Niat mendekatkan diri kepada Allah.
Berdiam di masjid.
Islam dan suci, serta sudah akil balig.
Adapun hal-hal yang membatalkan iktikaf adalah keluar dari masjid tanpa keperluan yang jelas, bercampur dengan istri, murtad, hilang akal karena gila atau mabuk, serta datang haid dan nifas ataupun semua yang mendatangkan hadas besar.
Selain berdoa dan beberapa hal di atas, saat iktikaf juga disarankan untuk melakukan lima amalan mulia ini:
Saat iktikaf, perbanyaklah salat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pahala yang besar.
Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Banyak kemuliaan yang kita dapatkan dengan membaca Al-Qur'an.
Dengan membaca Al-Qur'an, kita akan mendapat syafaat di hari kiamat nanti.
Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, ‘’Bacalah oleh kalian Al-Qur'an. Karena sesungguhnya Al-Qur'an itu akan datang menghampiri kalian di hari kiamat sebagai syafaat.’’ (HR Muslim).
Zikir juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan saat i'tikaf, yakni bertasbih, tahmid, tahlil, istigfar, dan sebagainya.
Allah SWT berfirman, ‘’Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu; bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.’’ (QS Al-Baqarah [2]: 152).
Bershalawat atas Nabi Muhammad akan mendatangkan pahala.
Rasulullah SAW bersabda, ‘’Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah memberinya rahmat sepuluh.’’ (HR Muslim).
Saat iktikaf, kita dianjurkan untuk lebih banyak berdiam diri dan mengurangi berkomunikasi dengan banyak orang.
Bahkan menurut para ulama, lebih disukai bila i’tikaf telah selesai, kita tetap berdiam diri pada malam menjelang Idul Fitri.
Lalu keesokan harinya keluar dari masjid tempat i’tikaf menuju tempat salat Idul Fitri, sehingga menyambung dari satu ibadah ke ibadah yang lainnya.
Rasulullah SAW bersabda, ‘’Barangsiapa bangun (untuk beribadah) pada dua malam Ied dengan mengharapkan pahala dari Allah, maka Allah tidak akan mematikan hatinya pada saat dimatikannya semua hati.'' (dari berbagai sumber).