Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Polres Indramayu telah memetakan titik rawan kemacetan di sepanjang jalur mudik di wilayah Kabupaten Indramayu.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, mengatakan sejumlah titik rawan kemacetan yang menjadi perhatian serius tersebut tersebar di jalur tol maupun jalur arteri.
Di jalur bebas hambatan atau tol, potensi kepadatan diprediksi terjadi di Rest Area KM 130 jalur A dan B Tol Cipali yang termasuk wilayah Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.
"Titik rawan macet di jalur arteri Pantura dari mulai lokasi pasar tumpah, lampu merah, dan titik putaran balik atau u-turn, sehingga akan menjadi fokus antisipasi utama," kata Mochamad Fajar Gemilang saat ditemui usai Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Mapolres Indramayu, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Sabtu (7/3/2026).
Ia mengatakan jajaran Polres Indramayu telah memetakan penempatan pos pengamanan dan pos pelayanan di titik rawan kemacetan tersebut untuk memastikan kelancaran arus mudik.
Baca juga: Prediksi Mudik Lebaran 2026: Dishub Jabar Sebut Jalur Pantura Bakal Sepi, Pemudik Geser ke Selatan
"Kami tidak hanya menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan tersebut di jalan raya, tetapi di tempat wisata, masjid, hingga pusat keramaian lainnya," ujar Mochamad Fajar Gemilang.
Rakor kali ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan kesiapan seluruh instansi dalam memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik yang melintasi Indramayu.
Selain itu, sinergi antarinstansi merupakan kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada momen arus mudik Lebaran.
"Fokus kami adalah bersinergi di lapangan agar masyarakat terlayani secara baik, khususnya pada saat puncak arus mudik Lebaran," kata Mochamad Fajar Gemilang.
Ia menyampaikan Kabupaten Indramayu memiliki posisi strategis sebagai jalur mudik nasional bagi masyarakat dari Jakarta menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Melalui rapat lintas sektoral itu, ia berharap, seluruh instansi dapat menyamakan persepsi, memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, serta memperkuat sinergi pelayanan kepada masyarakat.
"Operasi Ketupat Lodaya difokuskan pada pelayanan dan pengamanan masyarakat dalam tiga fase, yakni sebelum Lebaran, saat perayaan Idulfitri, serta setelah Lebaran atau arus balik," ujar Mochamad Fajar Gemilang. (*)