Menteri Bahlil Klarifikasi Ucapannya, Kini Imbau Warga Tak Panic Buying BBM
Torik Aqua March 07, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia kini mengklarifikasi ucapannya soal stok BBM RI hanya tersisa 20 hari.

Pernyataan itu sebelumnya dilontarkan menyusul memanasnya situasi geopolitik antara Israel–Amerika Serikat dengan Iran.

Kini Bahlil merespon fenomena antrean kendaraan yang melakukan panic buying di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah akibat kekhawatiran dampak perang di Timur Tengah.

Kendaraan tampak mengular di sejumlah SPBU.

Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Peringatkan soal Stok Minyak RI, Bakal Bertahan sampai Lebaran?

Menurut Bahlil, ketersediaan stok BBM nasional saat ini dalam kondisi aman dan suplai berjalan lancar.

Sehingga, Bahlil mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan.

"Jadi enggak perlu ada panik, enggak perlu. Suplai lancar," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, kapasitas tempat penyimpanan (storage) minyak Indonesia sejak dulu memang hanya menampung pasokan selama 25 hari.

Saat ini, kata Bahlil, realisasi stok yang tersedia berada di angka 23 hari, masih di atas batas aman standar nasional.

"Nah, standar minimal ketersediaan kita itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman," ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil merinci kondisi per jenis bahan bakar.

Untuk solar, ia memastikan produksi dalam negeri sudah mampu memenuhi kebutuhan secara penuh.

Produksi tersebut, menurut dia, berjalan terus-menerus sehingga stok tidak hanya bergantung pada cadangan 20 hari, melainkan disuplai secara kontinu.

Sementara untuk bensin, Bahlil menegaskan bahwa impor tidak dilakukan dari Timur Tengah, Amerika Serikat, maupun Afrika.

"Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian kita bangun industri kilang kita dalam negeri," ucapnya.

Karena itu, Bahlil mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan isu liar atau misinformasi yang menyebutkan Indonesia akan kehabisan BBM akibat perang.

"Jadi insyaallah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman. Sekali lagi saya katakan aman. Jadi enggak perlu (panik), jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru," tegasnya.

Ucapan Bahlil bikin panic buying

Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan stok BBM yang disebut hanya tersisa 20 hari akibat penutupan Selat Hormuz imbas perang Iran versus Israel dan Amerika Serikat.

Bahlil mengungkapkan, hingga saat ini cadangan minyak nasional diperkirakan masih mencukupi untuk sekitar 20 hari ke depan.

Ia memastikan bahwa dampak terhadap subsidi energi domestik belum terasa.

Namun, ia mengingatkan bahwa situasi global yang terus berkembang bisa memicu koreksi harga lebih lanjut.

 “Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” pungkasnya.

Hal ini membuat masyarakat melakukan panic buying BBM.

Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman

Hal serupa diungkap Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.

Ia memastikan pasokan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Menurut dia, pasokan operasional yang dimaksud Menteri ESDM sebelumnya merupakan pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Meski demikian, jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.

"Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional," kata Roberth dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).

Sementara itu, stok tersebut dipastikan oleh Roberth akan terus dilakukan pembaruan baik melalui suplai di kilang, atau melalui impor yang dipesan sejak jauh hari.

Atas hal itu, dia meminta kepada publik untuk tidak perlu khawatir soal ketersediaan BBM nasional.

"Stok ini terus dilakukan top-up/refill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM," ujar dia.

Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.

Sistem ini memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata.

Menanggapi dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

Kata dia, setidaknya ada beberapa poin yang dilakukan Pertamina sebagai opsi menjaga pasokan BBM tetap aman untuk masyarakat, terutama diversifikasi pasokan impor.

"Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," ucap Roberth.

Untuk diketahui, saat ini di sejumlah daerah terpantau terjadi antrean kendaraan yang mengular di berbagai SPBU.

Fenomena panic buying ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan stok BBM imbas memanasnya situasi konflik antara Israel–Amerika Serikat dengan Iran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.