Oleh : Irham Afianto / HES / Semester 6 / Surabaya
SURYAMALANG.COM - Mahasiswa Kuliha Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) melaksanakan program Arabic dan English Camp bagi pelajar Madrasah Al Quran wal Arabiyah (MAWAR) di Penang, Malaysia, mulai 23 Februari hingga 4 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Ihya’ Ramadhan yang diselenggarakan MAWAR bekerja sama dengan mahasiswa KKN Internasional berjumlah dua mahasiswa, tiga mahasiswi, yang bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa, penguasaan Al Quran, pemahaman fiqh dasar, serta kreativitas para pelajar.
Seorang mahasiswa UNIDA Gontor yang melakukan KKN Internasional, Rafly Mochammad Adam Wibisono mengatakan program Arabic dan Englihs Camp diikuti seluruh pelajar MAWAR dan dilaksanakan di lingkungan sekolah maupun asrama ma’had.
Ia menguraikan rangkaian kegiatan itu mencakup Quranic Camp (tahsin tilawah), kajian fiqh dasar, kultum, tahlil sebelum berbuka, seminar kesehatan, Art Camp, ilqa’ mufrodat (kosakata bahasa Arab), serta praktik mengajar mahasiswa di kelas-kelas MAWAR.
"Kami berkolaborasi dengan para muallim dan muallimah dalam mengawasi dan membimbing seluruh rangkaian kegiatan Arabic dan English Camp agar dapat berjalan efektif dan terarah," ujar Rafly..
Baca juga: Penguatan Kompetensi Bahasa Santri AQSA Arabic dan English Camp KKN Internasional UNIDA Gontor
Rafly mengungkapkan, program Qur’anic Camp difokuskan pada pembinaan tahsin tilawah, di mana pelajar diberikan bimbingan membaca Al Quran dengan memperhatikan tajwid, tartil, dan kelancaran bacaan.
Kegiatan dilakukan secara kelompok kecil agar pendampingan lebih intensif.
Kajian fiqh dasar juga diberikan untuk menanamkan pemahaman ibadah sehari-hari seperti wudhu, shalat, adab santri, dan praktik ibadah lainnya.
"Materi disampaikan melalui kombinasi penjelasan teori, demonstrasi, dan praktik langsung agar lebih mudah dipahami dan diterapkan," katanya.
Selain itu, Rafly mengatakan kegiatan kultum dan tahlil sebelum berbuka menjadi momen pembinaan spiritual.
Pelajar dan mahasiswa bergantian menyampaikan kultum singkat bertema akhlak, ibadah, dan motivasi belajar.
"Tahlil bersama menumbuhkan rasa kebersamaan serta mempererat hubungan antara mahasiswa, guru, dan pelajar di lingkungan ma’had," ujar Rafly.
Di sisi lain, Rafly menambahkan, kegiatan ilqa’ mufrodat menekankan penguasaan kosakata bahasa Arab dan Inggris yang relevan dengan kehidupan sehari-hari di ma’had.
Metode pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan membuat pelajar lebih berani menggunakan bahasa dalam percakapan dan memperluas perbendaharaan kata mereka.
Rafly mengungkapkan, sebagai pelengkap, Art Camp memberikan ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas melalui kerajinan tangan dan kegiatan seni.
Menurutnya, kegiatan itu untuk melatih ketelitian, kesabaran, imajinasi, serta membangun rasa percaya diri pada pelajar.
Selain itu, Rafly dan teman-temannya juga mengadakan seminar kesehatan, membekali pelajar dengan pengetahuan mengenai pola hidup sehat, kebersihan diri, dan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai bagian dari pembentukan karakter yang seimbang antara jasmani dan rohani.
Ia dan teman-temannya juga melakukan praktik mengajar langsung di kelas-kelas MAWAR, melatih keterampilan pedagogik mereka sekaligus memperkuat kemampuan bahasa Arab dan Inggris pelajar melalui metode interaktif, permainan edukatif, dan praktik langsung. Hal ini memungkinkan pembelajaran lebih bervariasi dan aplikatif.
Menurut Rafly, hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan kemampuan pelajar MAWAR.
Bacaan Al Quran mereka menjadi lebih lancar dan sesuai kaidah tajwid, pemahaman fiqh dasar meningkat, dan pelajar mulai mampu menggunakan kosakata bahasa Arab serta Inggris dalam percakapan sehari-hari.
"Kreativitas pelajar juga terlihat meningkat melalui karya seni dan kerajinan tangan yang mereka hasilkan selama Art Camp," kata Rafly.
Sementara itu, pihak MAWAR menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa KKN Internasional UNIDA Gontor.
Pihak MAWAR menilai metode pembelajaran yang variatif, komunikatif, dan menyenangkan efektif dalam meningkatkan minat belajar pelajar terhadap bahasa dan ilmu keislaman.
Kolaborasi ini juga memperkaya pengalaman pendidikan pelajar melalui interaksi dengan mahasiswa dari lingkungan pendidikan internasional.
Seorang pelajar kelas 3 MAWAR, Aisyah menyampaikan kesan positif dari kegiatan Arabic dan English Camp.
“Bacaan Al Quran saya sekarang lebih lancar, dan saya lebih berani berbicara dalam bahasa Arab setelah mengikuti camp ini. Kegiatan ini sangat menyenangkan,” ujar Aisyah.
Menurutnya, kegiatan Arabic dan English Camp tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga menumbuhkan motivasi dan kegembiraan belajar di kalangan pelajar.
Secara keseluruhan, program Arabic dan English Camp berlangsung aktif, interaktif, dan memberikan manfaat nyatabagi pelajar maupun mahasiswa.
Mahasiswa mendapatkan pengalaman pengabdian masyarakat serta penguatan kompetensi bahasa dan pedagogik, sementara pelajar memperoleh peningkatan kemampuan Al Quran, bahasa Arab dan Inggris, pemahaman fiqh dasar, serta pengembangan kreativitas.
Program ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara MAWAR dan UNIDA Gontor.
Melalui kegiatan serupa di masa mendatang, peningkatan kualitas pembelajaran bahasa, Al Quran, dan fiqh dasar di MAWAR dapat berlangsung lebih sistematis dan berkesinambungan.
Dengan demikian, kolaborasi pendidikan internasional ini tidak hanya memperkuat kompetensi pelajar, tetapi juga meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai calon pendidik profesional di tingkat global.