POS-KUPANG.COM - Kabar duka kembali menyelimuti industri musik tanah air Indonesia.
Pelantun lagu "Status Palsu" Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (7/3/2026) sore.
Kabar kepergian Vidi Aldiano dibagikan keluarga yang berduka melalui pesan WhatsApp.
Sejumlah musisi juga membagikan kabar meninggal Vidi Aldiano melalui akun media sosialnya, Sabtu sore.
"Innalilahi wainnailaihi rojiun, telah wafat Vidi Aldiano bin Harry Aprianto/Vidi singer, putranya Mas Harry KIS," tulis pesan itu.
"Vidi wafat di dampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Allah SWT, 7 Maret jam 16:33, selamat jalan menuju Cahaya Ilahi," lanjutnya.
Ucapan duka pun terus membanjiri kepergian Vidi Aldiano.
Baca juga: Kabar Duka, Bassist dan Pendiri God Bless Donny Fattah Meninggal Dunia
Komposer Andi Rianto juga turut mengunggah tulisan duka itu.
"Selamat jalan Vidi Aldiano," tulis Andi Rianto di Story Instagramnya.
Sebelumnya, Vidi Aldiano terlihat berbeda setelah tampak lebih kurus dan putih saat terus berupaya menyembuhkan sakit melawan kanker ginjal.
Kini, wajah Vidi Aldiano terlihat lebih glowing dan putih.
Warganet menduga, perubahan fisik Vidi Aldiano hingga terlihat pucat itu akibat kanker ginjalnya.
Vidi Aldiano menanggapi dingin perihal perubahan penampilannya itu.
Ia sengaja mengubah penampilan agar tidak bosan.
"Kalau merasa lebih bagus, makasih, tapi glowing enggak cukup, yang cukup itu harus sehat," kata Vidi Aldiano di Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2025).
Bagi Vidi Aldiano, hal terpenting adalah kesehatan, bukan mengubah penampilan wajah.
Suami Sheila Dara yang kini berusia 35 tahun ini mengakui tubuhnya lebih kurus karena sedang menjalani program diet.
"Dietnya berhasil kayaknya, bagian rangkaian treatment (penyembuhan kanker ginjal)," ujar pelantun Nuansa Bening itu.
"Gendut atau kurus, yang penting sehat, semoga saya bisa sehat terus," lanjut dia.
Vidi Aldiano divonis mengidap kanker ginjal pada tahun 2019 hingga sering bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan.
Vidi Aldiano sampai berobat ke Penang, Malaysia, untuk menyembuhkan kanker ginjalnya. (*)