Cek Jadwal One Way Padang-Bukittinggi, Dishub Sumbar Terapkan Sistem Satu Arah Berbasis Waktu
Rahmadi March 07, 2026 10:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Barat bersama kepolisian menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas dengan skema time based one way atau sistem satu arah berbasis waktu.

Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang masuk ke wilayah Sumbar selama periode mudik Lebaran 2026.

Pemerintah memprediksi pergerakan masyarakat mencapai 5,36 juta orang, sehingga pengaturan arus kendaraan menjadi prioritas utama pada mudik Lebaran 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat, Dedy Diantolani, menjelaskan bahwa skema satu arah ini akan membagi waktu perjalanan bagi pengendara dari dua arah berbeda.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Dishub Sumbar bersama kepolisian menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas dengan skema time based one way atau sistem satu arah berbasis waktu.

Baca juga: Gebyar Hadiah Tabungan Bank Nagari 2026 Segera Berakhir, Nasabah Berpeluang Raih Mobil hingga Umrah

Dalam skema tersebut, pengaturan arus kendaraan dilakukan dengan pembagian waktu perjalanan.

“Skema yang disiapkan yakni pukul 10.00 hingga 14.00 WIB arah Padang–Bukittinggi, kemudian pukul 14.00 hingga 18.00 WIB arah Bukittinggi–Padang,” kata Dedy Jumat (6/3/2026).

Rencana penerapan sistem ini dijadwalkan pada 19–20 Maret 2026 (H-2 hingga H-1) serta 22–24 Maret 2026 (H+1 hingga H+3) Lebaran.

Selain itu, akan diterapkan waktu steril jalur selama 30 menit sebelum sistem satu arah diberlakukan guna memastikan ruas jalan benar-benar kosong.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memprediksi pergerakan masyarakat menuju wilayah Sumbar selama periode mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,36 juta orang.

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 2,5 Meter Perairan Sumbar, Nelayan Padang hingga Agam Harus Waspada

Lonjakan mobilitas ini diperkirakan akan memberikan tekanan besar terhadap lalu lintas, terutama di jalur-jalur utama menuju kota tujuan mudik dan kawasan wisata.

Dedy Diantolani, mengatakan Sumbar merupakan salah satu daerah tujuan mudik yang cukup besar di Indonesia.

“Berdasarkan hasil survei, Sumatera Barat menempati peringkat ke-10 sebagai provinsi tujuan mudik di Indonesia dengan estimasi pergerakan sekitar 5,36 juta orang menuju wilayah ini selama periode Lebaran,” katanya.

Ia menjelaskan, pergerakan pemudik umumnya menuju kota-kota utama seperti Padang, Bukittinggi, serta daerah sekitarnya yang menjadi pusat aktivitas keluarga, ekonomi dan pariwisata.

Menurut Dedy, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas pada berbagai simpul transportasi seperti terminal, bandara, pelabuhan hingga ruas jalan utama di Sumatera Barat.

Baca juga: Dishub Sumbar Sebut Jalur Sicincin–Malalak Rusak, Tak Bisa Dipakai Saat Mudik Lebaran 2026

Dishub Sumbar memprediksi puncak volume lalu lintas tidak hanya terjadi saat arus mudik, tetapi juga setelah Lebaran.

Berdasarkan evaluasi lalu lintas tahun 2025, puncak kepadatan terjadi pada H+1 hingga H+3 Lebaran, dengan mobilitas masyarakat yang didominasi perjalanan wisata dan silaturahmi.

“Puncak volume lalu lintas pada tahun sebelumnya terjadi pada H+1 dan H+2, bahkan mobilitas cukup tinggi hingga H+5 pasca Lebaran,” jelasnya.

Data Dishub Sumbar juga mencatat koridor Riau–Sumatera Barat serta Jambi–Sumatera Barat menjadi jalur dengan pergerakan kendaraan keluar masuk tertinggi.

Selain itu, pada ruas Tol Padang–Sicincin, volume kendaraan sempat melonjak hampir tiga kali lipat, dari sekitar 2.800–3.400 kendaraan per hari menjadi hampir 9.600 kendaraan pada periode pasca Lebaran.

Baca juga: DPRD Padang Minta Pemko Tutup Kafe dan Karaoke Bandel yang Nekat Buka Selama Ramadan

Dedy juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi pada angkutan Lebaran 2026, salah satunya terkait kondisi infrastruktur jalan.

Salah satu jalur alternatif penting yakni Sicincin–Malalak saat ini tidak dapat difungsikan karena mengalami kerusakan.

“Ruas jalan Sicincin–Malalak mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan sebagai jalur alternatif dalam skema one way,” ujarnya.

Selain itu, jalur Lembah Anai juga masih dalam tahap konstruksi sehingga kapasitas jalan belum optimal dan berpotensi menimbulkan penyempitan lajur.

Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko kemacetan apabila terjadi gangguan lalu lintas seperti kecelakaan, kendaraan mogok, atau cuaca buruk.

Baca juga: Sektor Peternakan Sumatera Barat Tumbuh Positif di Tengah Tren Penurunan Nilai Tukar Petani

Dishub Sumbar juga menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung kelancaran arus mudik.

Di antaranya dengan menyiapkan pos terpadu di sejumlah titik jalur one way seperti Padang Panjang, Padang Tarok, dan Lembah Anai.

Selain itu, Dishub juga melakukan ramp check terhadap angkutan umum guna memastikan kelayakan teknis dan administratif kendaraan yang akan beroperasi selama masa mudik.

“Saat ini juga telah dilakukan rapat pemantapan bersama berbagai pihak seperti Ditlantas, Dishub kabupaten atau kota, BPJN, BMKG, Jasa Raharja, hingga Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan angkutan Lebaran,” jelasnya.

Dishub Sumbar juga mencatat 530 kendaraan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) akan beroperasi selama masa angkutan Lebaran dengan kapasitas sekitar 14.310 penumpang per hari.

Dedy menambahkan, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar pengelolaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar dan terkendali.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.