Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat kesehatan, dan kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Pembaca yang dirahmati Allah,
Setiap ibadah yang kita laksanakan pasti memiliki hikmah dan manfaat di dalamnya. Tidak ada satu pun perintah Allah yang sia-sia. Semua mengandung kebaikan bagi kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.
Begitu pula dengan ibadah puasa yang kita jalankan di bulan Ramadan. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi memiliki tujuan besar yang ingin dicapai oleh setiap muslim.
Baca juga: Kultum Milenial - Rindiani Mahasiswa IAIN Gorontalo: 2 Kebahagiaan Orang Berpuasa
Jika kita bertanya, “Ya Allah, untuk apa kami melaksanakan salat?” Maka sebenarnya jawabannya telah Allah sampaikan melalui lisan para muadzin.
Setelah muadzin mengumandangkan kalimat Hayya ‘alash shalah yang berarti “mari menuju salat”, ia melanjutkan dengan kalimat Hayya ‘alal falah, yang artinya “mari menuju kemenangan” atau “mari menuju kesuksesan”.
Kata Al-Falah dalam bahasa Arab memiliki makna yang sangat dalam. Ia tidak hanya berarti kesuksesan, tetapi juga kebahagiaan.
Sebab dalam kehidupan ini kita sering melihat bahwa tidak semua orang yang sukses merasakan kebahagiaan, dan tidak semua orang yang bahagia meraih kesuksesan.
Namun ketika seseorang mendapatkan Al-Falah, maka ia mendapatkan keduanya sekaligus: kebahagiaan dan kesuksesan.
Artinya, ketika kita menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka kebahagiaan dan kesuksesan akan kita peroleh. Jika bukan di dunia, maka Allah akan memberikannya di akhirat kelak. Karena Allah telah berjanji bahwa Dia tidak akan pernah mengingkari janji-Nya.
Pembaca yang dimuliakan Allah,
Demikian pula dengan ibadah puasa di bulan Ramadan yang kita jalankan selama sebulan penuh. Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat.
Pada kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan dua di antaranya.
Pertama, puasa bertujuan untuk menjadikan kita orang yang bertakwa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Pada awal ayat ini, Allah memanggil kita dengan panggilan yang sangat mulia, yaitu “Wahai orang-orang yang beriman.”
Ini menunjukkan bahwa kita masih termasuk dalam golongan orang yang diakui imannya oleh Allah.
Kemudian pada akhir ayat, Allah menjelaskan tujuan puasa, yaitu “la’allakum tattaqun”, agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.
Kata la’allakum menunjukkan harapan. Artinya, untuk mencapai derajat takwa tidak cukup hanya dengan menahan lapar dan dahaga. Dibutuhkan usaha, kesungguhan, dan pengendalian diri.
Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengingatkan bahwa betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga.
Oleh karena itu, puasa harus disertai dengan menjaga lisan, menjaga perilaku, menjaga pandangan, dan menjaga perbuatan agar kita benar-benar meraih derajat takwa.
Pembaca yang dirahmati Allah,
Manfaat kedua dari puasa adalah melatih kita untuk mengekang hawa nafsu.
Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa ketika bulan Ramadan datang, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
Makna hadis ini tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga secara kontekstual.
Ketika di bulan Ramadan kita memperbanyak amal saleh, maka seolah-olah pintu surga terbuka bagi kita.
Ketika kita menjauhi maksiat, menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat, serta meninggalkan larangan Allah, maka seolah-olah pintu neraka tertutup bagi kita.
Dan ketika kita mampu mengendalikan diri serta memperbanyak ibadah, maka setan pun tidak memiliki celah untuk menggoda kita.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Ash-shaum junnah.”
Puasa adalah pelindung. Puasa adalah benteng. Puasa adalah tameng bagi seorang muslim dari godaan hawa nafsu dan perbuatan dosa.
Pembaca yang dirahmati Allah,
Semoga puasa yang kita jalankan pada tahun ini benar-benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga kita dapat meraih derajat takwa dan mampu mengekang hawa nafsu.
Rasulullah juga pernah bersabda bahwa betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja.
Semoga kita tidak termasuk dalam golongan tersebut.
Akhirnya, mari kita berdoa semoga seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan ini diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang meraih Al-Falah, yaitu kebahagiaan dan kesuksesan di dunia serta di akhirat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.