Berkaca dari Penyakit Vidi Aldiano, Inilah 10 Penyebab Kanker Ginjal yang Sering Diabaikan
Putra Dewangga Candra Seta March 07, 2026 10:49 PM

 

SURYA.co.id – Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Penyanyi sekaligus penulis lagu, Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) sore.

Kabar wafatnya pelantun sejumlah lagu populer tersebut beredar luas di kalangan awak media serta melalui unggahan media sosial orang-orang terdekatnya.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhir dengan didampingi keluarga tercinta.

"Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO," isi pesan ayah Vidi Aldiano yang memiliki sosial media bernama Harry Kiss.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa mereka telah mengikhlaskan kepergian sosok yang selama ini dikenal ceria, hangat, dan penuh semangat tersebut.

"Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Allah SWT, 7 Maret jam 16.30. Selamat Jalan Menuju Cahaya Ilahi, Nak."

Perjuangan Panjang Melawan Kanker Ginjal

MENINGGAL - Dokumentasi pribadi Vidi Aldiano di akun Instagram pribadinya yang diakses SURYA.CO.ID, Sabtu (7/3/2026) sekira pukul 18.00 WIB
MENINGGAL - Dokumentasi pribadi Vidi Aldiano di akun Instagram pribadinya yang diakses SURYA.CO.ID, Sabtu (7/3/2026) sekira pukul 18.00 WIB (Instagram)

Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan cerita panjang tentang perjuangan melawan penyakit yang telah ia hadapi selama bertahun-tahun.

Suami dari aktris Sheila Dara Aisha ini diketahui pertama kali didiagnosis mengidap kanker ginjal pada 2019. Sejak saat itu, Vidi menjalani berbagai proses pengobatan intensif.

Beberapa perawatan bahkan dilakukan di luar negeri, termasuk menjalani rangkaian pengobatan di Penang, Malaysia, demi mendapatkan penanganan medis terbaik.

Meski menghadapi penyakit serius, Vidi dikenal tetap berusaha menjalani aktivitas dan berkarya di dunia musik.

Baca juga: Vidi Aldiano Sakit Apa? Sempat Berjuang Lawan Kanker Ginjal Sebelum Meninggal, Kenali Gejalanya

Perubahan Fisik yang Sempat Disorot Publik

Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi fisik Vidi Aldiano sempat menjadi perhatian warganet. Tubuhnya terlihat lebih kurus dan wajahnya tampak lebih pucat dibanding sebelumnya.

Namun di balik perubahan tersebut, banyak yang menilai wajah Vidi justru terlihat lebih bersinar atau glowing.

Menanggapi komentar tersebut, Vidi sempat memberikan penjelasan saat ditemui di Jakarta Pusat pada Oktober 2025 lalu.

"Kalau merasa lebih bagus, makasih, tapi glowing enggak cukup, yang cukup itu harus sehat," kata Vidi Aldiano pada Rabu (15/10/2025).

Penurunan Berat Badan karena Proses Pengobatan

Vidi Aldiano juga sempat menjelaskan bahwa perubahan berat badannya merupakan bagian dari rangkaian prosedur medis yang sedang ia jalani dalam proses pengobatan kanker ginjal.

"Dietnya berhasil kayaknya, bagian rangkaian treatment (penyembuhan kanker ginjal)," ujarnya kala itu.

Di tengah perjuangan menghadapi penyakit, Vidi tetap menunjukkan sikap optimistis dan berharap bisa terus menjalani hidup dengan sehat.

"Gendut atau kurus, yang penting sehat, semoga saya bisa sehat terus," pungkasnya.

Kini perjuangan panjang penyanyi yang dikenal dengan karakter ceria tersebut telah berakhir.

Vidi Aldiano meninggal dunia pada usia 35 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya di seluruh Indonesia.

Kepergiannya tak hanya meninggalkan kenangan lewat karya-karya musik, tetapi juga kisah ketegaran menghadapi penyakit dengan penuh harapan dan semangat hidup.

10 Penyebab Kanker Ginjal

Kanker ginjal merupakan salah satu jenis kanker yang cukup berbahaya apabila tidak ditangani sejak dini.

Meski penyebab pasti kanker ginjal belum diketahui secara jelas, sejumlah faktor risiko diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini, termasuk merokok, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Ginjal adalah dua organ berbentuk seperti kacang yang memiliki peran penting dalam menyaring darah, menyerap kembali nutrisi, mengatur tekanan darah, serta membuang racun dan limbah dari tubuh.

Jika terserang kanker, fungsi ginjal akan terganggu, bahkan dapat membentuk tumor ginjal yang menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Kanker ginjal umumnya menyerang kelompok usia 65 hingga 74 tahun, dengan gejala yang sulit dikenali pada tahap awal.

Akibatnya, banyak pasien tidak menyadari bahwa mereka mengidap kanker ginjal hingga penyakit berkembang lebih lanjut.

“Kondisi ini bermula saat ada sesuatu yang memicu perubahan pada sel ginjal sehingga membelah diri secara tidak terkendali,” tulis laman Ciputra Hospital yang telah direview dr. Sony Prabowo, MARS, dikutip SURYA.co.id, Sabtu (21/6/2025). 

Jika tidak ditangani, kanker ginjal bisa menyebar ke organ vital lainnya, kondisi yang disebut metastasis.

Oleh karena itu, penting mengenali faktor risiko yang dapat memicu munculnya kanker ginjal.

Berikut adalah berbagai kebiasaan dan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker ginjal:

1. Merokok

Merokok meningkatkan risiko kanker ginjal secara signifikan. Semakin lama seseorang merokok, semakin tinggi risiko kerusakan sel-sel ginjal.

Asap rokok tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga mengalir ke organ tubuh lainnya melalui aliran darah. Selain kanker ginjal, merokok juga memicu penyakit paru seperti tuberkulosis, asma, dan fibrosis paru. 

2. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, yakni tekanan darah ≥140/90 mmHg, juga merupakan pemicu utama kanker ginjal. Banyak penderita hipertensi tidak menyadari kondisi ini karena sering kali tidak menunjukkan gejala.

Faktor risiko hipertensi meliputi usia lanjut, konsumsi alkohol berlebihan, dan pola makan tinggi garam. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengatur gaya hidup, termasuk olahraga rutin dan berhenti merokok.

3. Dialisis Jangka Panjang

Prosedur dialisis atau cuci darah yang dilakukan dalam jangka panjang juga dapat memicu kanker ginjal.

Dialisis diperlukan bagi pasien dengan gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis untuk menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring darah.

4. Paparan Bahan Kimia

Paparan bahan kimia seperti arsenik, kadmium, asap las, dan bahan pembersih logam juga berisiko menimbulkan kanker ginjal.

Risiko ini umumnya dialami pekerja industri tekstil, logam, atau percetakan. Mengutip Cancer Research UK, bahan-bahan tersebut memiliki kaitan langsung dengan pertumbuhan sel abnormal pada ginjal.

5. Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan

Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) secara berlebihan, seperti ibuprofen dan paracetamol, dapat sedikit meningkatkan risiko kanker ginjal.

Meskipun aspirin termasuk NSAID, obat ini tidak dikaitkan dengan kanker ginjal.

Konsumsi obat pereda nyeri dalam dosis rendah dan sesuai anjuran umumnya tidak berbahaya.

6. Kurang Minum Air Putih

Kekurangan cairan, terutama saat cuaca panas atau beraktivitas fisik berat, dapat merusak ginjal dan meningkatkan risiko kanker ginjal.

Air putih membantu membuang limbah tubuh dan mencegah batu ginjal serta infeksi saluran kemih. Dianjurkan pria mengonsumsi 3,7 liter air per hari, sementara wanita 2,7 liter.

7. Pola Makan Tinggi Garam

Makanan tinggi natrium atau garam dapat merusak fungsi ginjal dan menyebabkan tekanan darah tinggi. Asupan garam disarankan tidak melebihi 1.500 miligram per hari.

Konsumsi garam berlebih juga meningkatkan risiko penyakit lain seperti jantung dan stroke.

8. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Minum alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi dan mengganggu fungsi ginjal. Alkohol juga memicu tekanan darah tinggi serta kerusakan hati dan otak, yang secara tidak langsung berdampak pada kesehatan ginjal.

9. Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Konsumsi gula berlebih berpotensi menyebabkan obesitas, yang merupakan salah satu pemicu utama kanker ginjal.

Obesitas ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 40, serta penumpukan lemak yang berlebihan dalam tubuh. Selain kanker ginjal, obesitas juga meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi.

10. Kurang Tidur

Tidur kurang dari 7 jam per malam dalam jangka panjang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk penurunan sistem kekebalan, gangguan jantung, dan obesitas, yang semuanya terkait erat dengan kanker ginjal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.