PSM Makassar Tunjukkan Siri Na Pacce, Bangkit dari 1-3 Jadi 3-3 Lawan Malut United
Sukmawati Ibrahim March 08, 2026 02:05 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – PSM Makassar bangkit dari ketertinggalan dan menahan imbang Malut United dengan skor 3-3 pada pekan ke-25 Super League 2025/2026.

Sempat tertinggal 1-3 pada babak kedua, tim Juku Eja menunjukkan semangat siri na pacce dan memastikan satu poin dari Stadion Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (7/3/2026) malam.

Perjuangan PSM Makassar untuk membawa pulang satu poin tidak mudah.

Tim yang dipimpin Ahmad Amiruddin membuka keunggulan lebih dulu melalui gol bunuh diri Yakob Sayuri pada menit ke-38.

Skor 1-0 untuk PSM Makassar bertahan hingga babak pertama berakhir.

Namun Malut United mampu bangkit cepat di awal babak kedua.

Tim tuan rumah hanya membutuhkan tiga menit untuk mencetak dua gol dan membalikkan keadaan.

Laskar Kie Raha mencetak gol pertama melalui David Da Silva pada menit ke-49.

Penyerang asal Brasil tersebut memblok tendangan kiper PSM Makassar, Hilman Syah, sehingga bola justru meluncur masuk ke gawang.

Malut United kemudian berbalik unggul melalui gol Tyronne Del Pino pada menit ke-62.

Enam menit berselang, tepatnya menit ke-68, David Da Silva kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Gol keduanya itu membuat Malut United unggul 3-1 atas PSM Makassar.

Namun tim Juku Eja tidak menyerah.

PSM Makassar bangkit dan memberikan respons cepat.

Gol kedua PSM Makassar dicetak Savio Roberto pada menit ke-70.

PSM Makassar akhirnya terhindar dari kekalahan setelah Jacques Medina mencetak gol pada menit ke-88.

Gol tersebut memastikan laga berakhir imbang 3-3 dan PSM Makassar membawa pulang satu poin dari markas Malut United.

Tambahan satu poin ini membuat PSM Makassar sedikit menjauh dari zona degradasi.

Saat ini PSM Makassar berada di peringkat ke-13 klasemen dengan koleksi 24 poin.

Mereka unggul enam poin dari PSBS Biak yang berada di posisi teratas zona merah.

Asisten Pelatih PSM Makassar memuji performa para pemain sepanjang pertandingan.

Ia menyebut semangat siri na pacce kembali terlihat dalam permainan timnya.

“Inilah spiritnya Makassar yang kembali pada pertandingan malam ini. Ada spirit siri na pacce,” ujarnya saat konferensi pers usai pertandingan, Sabtu malam.

“Saya tak bisa berkata-kata lagi kepada pemain. Terima kasih atas kerja keras mereka dalam pertandingan ini,” tambah pelatih yang akrab disapa Amir tersebut.

Ia mengungkapkan, keberhasilan PSM Makassar mengejar ketertinggalan setelah sempat tertinggal dua gol menjadi bukti kuatnya tekad para pemain.

Menurut Amir, keinginan keluar dari ancaman degradasi menjadi motivasi utama tim.

Sebelum pertandingan, diskusi juga digelar dengan seluruh unsur tim, mulai dari manajemen, pelatih, hingga pemain.

Mereka sepakat untuk berjuang menghindarkan klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan dari ancaman degradasi ke Liga 2.

“Kemauan untuk bangkit. Kami tidak ingin PSM Makassar terjun bebas ke Liga 2. Jadi itu motivasi kami mendapatkan poin,” tegasnya.

Hasil imbang ini juga menambah catatan positif PSM Makassar saat bermain di Stadion Kie Raha.

Laskar Ayam Jantan dari Timur selalu membawa pulang poin dari dua kali lawatan ke stadion berkapasitas 15 ribu penonton tersebut.

Meski demikian, Amir menilai setiap pertandingan memiliki atmosfer yang berbeda.

Baginya, yang paling penting adalah dedikasi para pemain di lapangan.

“Yang paling penting dedikasi pemain untuk klub ini sangat, sangat, sangat tinggi,” tuturnya.

Amir pun bersyukur atas satu poin yang diraih timnya.

Ia menilai hasil tersebut merupakan kemudahan yang diberikan Allah.

Satu poin ini juga dipersembahkan untuk suporter dan pecinta PSM Makassar di mana pun berada.

“Saya persembahkan poin ini kepada suporter. Di balik nada pesimis mereka, saya yakin masih terselip doa-doa untuk klub kita bersama, PSM Makassar,” ucapnya.

Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih timnya.

“Saya ingin mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan berkat kepada kami dengan satu poin ini,” katanya.

Menurut Yuran, pertandingan melawan Malut United berlangsung sangat sulit.

Apalagi PSM Makassar sempat unggul 1-0 sebelum kebobolan tiga gol dalam waktu singkat.

Meski begitu, ia bersama rekan-rekannya terus berjuang hingga akhir pertandingan.

“Kita tetap menunjukkan semangat hingga akhir pertandingan. Kita menunjukkan semangat dan jiwa pantang menyerah,” ujar mantan bek Timnas Tanjung Verde tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para suporter yang hadir di Stadion Kie Raha.

Ucapan terima kasih tidak hanya ditujukan kepada suporter PSM Makassar, tetapi juga kepada suporter Malut United.

Yuran mengaku senang bermain di stadion yang berdiri sejak 1975 tersebut.

“Ini sebuah kebanggaan. Saya senang bermain di sini. Setiap kali main di sini, rasanya seperti bermain di kandang,” ujarnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.