TRIBUNMANADO.CO.ID - Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) berduka.
Mantan Bupati Kepulauan Sangihe periode 2011–2016, Hironimus Rompas Makagansa, meninggal pada Minggu (8/3/2026) di RS Liunkendage Tahuna.
Kabar wafatnya tokoh yang akrab disapa Ompa itu dengan cepat beredar di media sosial.
Sejumlah kerabat, sahabat, serta masyarakat menyampaikan ucapan belasungkawa atas kepergian sosok yang dikenal luas di wilayah Nusa Utara tersebut.
Almarhum meninggal dunia pada usia 67 tahun.
Hingga akhir hayatnya, ia masih aktif dalam dunia politik sebagai Ketua Fraksi PDIP di DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kepergian Hironimus Rompas Makagansa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama sang istri Wisje Abigail Makagansa Rompis serta kedua putranya, Frederick Gustama dan Marvel Dicky.
Tidak hanya keluarga, masyarakat Sangihe juga merasa kehilangan atas sosok pemimpin yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pemerintahan.
Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai birokrat senior yang mengawali karier dari tingkat daerah hingga menduduki berbagai jabatan penting.
Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Bitung, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, serta Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Utara.
Karier politiknya kemudian berlanjut ketika ia terpilih sebagai Bupati Kepulauan Sangihe pada Pilkada 2011 dan memimpin daerah tersebut hingga tahun 2016.
Setelah itu, almarhum tetap aktif dalam dunia politik dan dipercaya menjadi pimpinan fraksi di DPRD Sangihe.
Di mata banyak orang, Hironimus Rompas Makagansa dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dekat dengan masyarakat.
Ia juga dikenal ramah terhadap kalangan jurnalis yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia–Filipina.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sitaro, Djon Ponto Janis, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan lembaga DPRD Kabupaten Kepulauan Sitaro, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Bapak Hironimus Rompas Makagansa,” ujar Djon kepada Tribun Manado.
Menurutnya, almarhum merupakan sosok pemimpin yang memiliki perjalanan panjang mulai dari birokrat hingga menjadi kepala daerah dan politisi.
“Beliau dikenal sebagai pribadi yang low profile dan selalu menyapa masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Dari birokrat sampai menjadi bupati dan politisi, beliau tetap dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan doa dan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Kepada keluarga, istri, anak-anak, dan cucu-cucu yang ditinggalkan, kiranya diberikan kekuatan dan ketabahan. Percayalah Tuhan Yesus Kristus adalah sumber penghiburan yang sejati,” tuturnya.
Kepergian Hironimus Rompas Makagansa menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Sangihe dan Nusa Utara yang mengenalnya sebagai sosok pemimpin berpengalaman dengan dedikasi panjang dalam pelayanan publik.
(TribunManado.co.id/Edu)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK