TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Data pribadi di zaman digital saat ini sangat rentan digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Hacker atau peretas hingga saat ini masih terus mengintai dengan menyasar data-data pribadi para korbannya.
Dengan data pribadi yang bocor, kemudiann dimannfaatkan oleh Hacker, kerugian yang dialami korban cukup menakutkan.
Selain mencuri akun, menggunakan data kontak pribadi untuk menipu, Hacker juga mengincar data pribadi korban untuk membobol akun perbankan.
Jika ini terjadi, kerugian yang dialami korban tak sedikit, kemungkinan isi rekening korban dikuras oleh Hacker.
Dalam postingan media sosialnya baru-baru ini, Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya sendiri mengibaratkan data pribadi di zaman sekarang ini seperti emas.
Data pribadi di era digital sangat berharga dan harus dilindungi agar tidak bocor.
Alfons menyebut sekali data pribadi bocor dan beredar, dampaknya bisa bertahun-tahun.
"Data bocor sama dengan bencana jangka panjang," tulis Alfons.
Seperti kebocoran data kependudukan yang dapat digunakan penipu atau orang jahat untuk:
Cara Melindungi Diri Dari Data Bocor
Di era digital ini, Alfons menjelaskan bahwa masyarakat harus paham betapa pentingnya data digital.
Seperti kredensial atau data login akun, email, akses mobile banking.
Untuk melindungi diri, ada beberapa langkah dasar yang perlu dilakukan sebagai berikut: