Kawasan ini menyimpan banyak cerita sejarah dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya, baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi kawasan Institut Jam'iyah Mahmudiyah di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara untuk meninjau wilayah terdampak banjir sekaligus menyerahkan bantuan bagi lembaga pendidikan serta kawasan cagar budaya di daerah tersebut.

Fadli meninjau sejumlah situs bersejarah, di antaranya Kolam Raja, yang dikenal sebagai tempat pemandian para raja Kesultanan Langkat, serta pusara Pahlawan Nasional Tengku Amir Hamzah, seorang penyair besar dan tokoh sastra Angkatan Pujangga Baru.

Menurut siaran pers yang diterima di Jakarta pada Minggu, Fadli menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi langsung dengan masyarakat dan civitas akademika di kawasan bersejarah tersebut, terlebih pada bulan Ramadhan.

“Kawasan ini menyimpan banyak cerita sejarah dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya, baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi,” kata Fadli.

Ia menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di kawasan tersebut menunjukkan bahwa wilayah yang pada kondisi normal terlihat biasa saja, ternyata memiliki potensi bencana.

“Ketika dalam kondisi normal semuanya terlihat biasa saja. Namun ketika terjadi musibah, ternyata air bisa naik cukup tinggi di wilayah ini. Bahkan tempat ini juga sempat menjadi lokasi pengungsian,” ungkapnya.

Meski menghadapi tantangan bencana, ia menegaskan bahwa institusi pendidikan di kawasan tersebut memiliki peran penting dalam melahirkan sumber daya manusia unggul.

Menurutnya, Institut Jam’iyah Mahmudiyah dan madrasah yang berada di sekitarnya telah menjadi bagian penting dari sejarah pendidikan di Indonesia.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap dampak banjir yang terjadi, Fadli memberikan dukungan bantuan secara simbolis. Sebelumnya, bantuan juga telah disalurkan untuk mendukung renovasi Madrasah Tsanawiyah di kawasan tersebut.

Melalui bantuan yang diberikan, Kementerian Kebudayaan berharap proses pemulihan dapat terus berlangsung dan berjalan baik sehingga kegiatan pendidikan serta pelestarian nilai-nilai budaya di kawasan Jam'iyah Mahmudiyah dapat terus berlangsung secara optimal.

Kawasan Institut Jam’iyah Mahmudiyah merupakan salah satu kawasan pendidikan Islam bersejarah yang berkembang sejak awal abad ke-20 pada masa Kesultanan Langkat.

Kawasan ini tumbuh sebagai pusat pembelajaran yang menarik pelajar dari berbagai daerah di Nusantara hingga Asia Tenggara dan berperan penting dalam perkembangan intelektual serta pendidikan Islam di Sumatra Timur.

Saat ini, kawasan tersebut masih berfungsi sebagai lingkungan pendidikan yang menaungi kegiatan akademik perguruan tinggi serta lembaga pendidikan keagamaan yang melanjutkan tradisi keilmuan yang telah berkembang sejak masa awal pendiriannya.

Kawasan pendidikan ini juga diketahui telah melahirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Adam Malik yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, Menteri Luar Negeri, serta Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Selain itu kawasan ini juga melahirkan Tengku Amir Hamzah, pahlawan nasional yang dikenal sebagai penyair besar dan tokoh sastra Angkatan Pujangga Baru.

Tokoh lain yang memiliki keterkaitan dengan lingkungan pendidikan di kawasan tersebut antara lain Fahri Salim, yang dikenal atas kontribusinya dalam penulisan Mushaf Alquran.

Lalu ada Imaduddin Abdurrahim, seorang tokoh ulama yang berperan penting dalam pengembangan dakwah intelektual di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung.

Fadli berharap Institut Jam’iyah Mahmudiyah beserta lembaga pendidikan di kawasan tersebut dapat terus berkembang dan melahirkan generasi unggul bagi bangsa.

“Semoga Institut Jam’iyah Mahmudiyah dan sekolah-sekolah yang ada di kawasan ini bisa terus maju dan melahirkan sumber daya manusia yang luar biasa,” ujarnya.