WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta sejak malam hingga Minggu (8/3/2026) pagi memicu banjir di sejumlah titik dan berdampak pada operasional transportasi publik.
Sejumlah rute layanan Transjakarta terpaksa dialihkan, diperpendek, bahkan dihentikan sementara akibat genangan air yang merendam beberapa ruas jalan utama ibu kota.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan penyesuaian layanan dilakukan demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan penumpang di tengah kondisi jalan yang terdampak banjir.
Penyesuaian tersebut meliputi layanan Bus Rapid Transit (BRT), Mikrotrans, hingga angkutan integrasi.
“Sehubungan dengan genangan di beberapa titik, kami melakukan perpendekkan rute, pengalihan jalur, hingga penghentian sementara beberapa layanan,” ujar Ayu dalam keterangan tertulis, Minggu.
Pada layanan BRT, sedikitnya lima koridor mengalami perubahan operasional. Koridor 2A yang melayani rute Pulogadung 1 – Rawa Buaya harus diperpendek hingga kawasan Damai akibat banjir di ruas Pulo Nangka.
Sementara itu, Koridor 3 yang menghubungkan Kalideres – Monas juga mengalami perpendekan rute dan hanya melayani perjalanan Damai – Monas.
Selain genangan air, pembatas jalan yang roboh turut memengaruhi jalur bus di kawasan tersebut.
Genangan air juga berdampak pada Koridor 6 (Ragunan – Galunggung) dan Koridor 13E (Puribeta – Kuningan).
Kedua layanan ini dialihkan karena banjir yang merendam underpass Mampang, salah satu titik rawan genangan di Jakarta Selatan.
Sementara itu, Koridor 9 yang melayani rute Pinang Ranti – Pluit harus mengalihkan jalur melalui Tol Slipi 1 setelah genangan air setinggi lebih dari 30 sentimeter terpantau di sekitar Halte Grogol.
Gangguan operasional tidak hanya terjadi pada layanan BRT. Layanan Mikrotrans yang melayani rute-rute pengumpan di kawasan permukiman juga ikut terdampak banjir.
Dari 10 rute yang terpantau mengalami gangguan, dua di antaranya terpaksa menghentikan operasional sementara, yakni rute JAK.04 (Grogol – Jembatan Dua) dan JAK.30 (Meruya – Citraland).
Selain itu, rute JAK.85 (Bintara – Cipinang Indah) mengalami perpendekan jalur akibat genangan air dengan ketinggian sekitar 25 hingga 35 sentimeter.
Sejumlah rute lain seperti JAK.108, JAK.37, JAK.53, JAK.71, JAK.75, JAK.78A, dan JAK.93 juga harus dialihkan untuk menghindari ruas jalan yang masih tergenang.
Dampak banjir juga dirasakan pada layanan angkutan integrasi dan non-BRT.
Rute integrasi 1C yang menghubungkan Blok M – Pesanggrahan dialihkan menyusul genangan air setinggi sekitar 50 sentimeter di Jalan Ciledug Raya.
Sementara itu, layanan non-BRT rute 3E yang melayani Sentraland Cengkareng – Puri Kembangan untuk sementara dihentikan operasionalnya akibat banjir di kawasan Simpang Kapuk.
Transjakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas gangguan layanan yang terjadi akibat kondisi cuaca dan genangan air di sejumlah wilayah.
Perusahaan juga mengimbau penumpang untuk memantau informasi terkini terkait operasional bus melalui aplikasi TJ: Transjakarta maupun kanal media sosial resmi perusahaan.
Melalui pemantauan informasi secara berkala, penumpang diharapkan dapat menyesuaikan rute dan jadwal perjalanan agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih aman di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu genangan di beberapa kawasan Jakarta.