TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur korban banjir luapan aliran Kali Sunter masih membutuhkan bantuan.
Berdasarkan data sementara tercatat 14 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 32 jiwa warga RW 04 mengungsi ke tenda darurat didirikan BPBD DKI Jakarta di kolong Tol Becakayu.
Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 04 Cipinang Melayu, Subagyo mengatakan warganya membutuhkan makanan siap saji untuk berbuka puasa, selimut, hingga toilet portabel.
"Kami mohon dari Sudin Sosial maupun PMI untuk segera memberikan bantuan makanan cepat saji. Terutama untuk balita dan lansia. Kemudian untuk buka atau sahur," kata Subagyo, Minggu (8/3/2026).
Warga membutuhkan bantuan siap saji karena hingga kini banjir luapan Kali Sunter dengan ketinggian sekitar 1,5 meter yang merendam permukiman belum sepenuhnya surut.
Hingga pukul 12.00 WIB ketinggian air terpantau berkisar 60 sentimeter, sementara tinggi muka air di Pos Pantau Sunter Hulu masih tercatat masih berstatus siaga 3.
"Bantuan selimut juga perlu, terus MCK (mandi cuci kakus) portabel kita sangat membutuhkan. Karena MCK di (posko) hanya satu MCK. Mengingat pengungsi banyak ini takutnya antre," ujarnya.
Terlebih Subagyo memperkirakan jumlah warga RW 04 yang mengungsi masih dapat bertambah bila melihat ketinggian air, dan tingginya curah hujan mengguyur Jakarta Timur.
Faktor lainnya warga juga belum dapat kembali ke rumahnya, karena mereka harus menunggu banjir sepenuhnya surut total dan membersihkan timbunan lumpur pasca banjir.
"Kalau melihat kondisi ini kemungkinan masih pada ngungsi. Karena rumah kan belum dibersihkan. Kemungkinan besar masih ada yang mengungsi. Kondisi cuaca juga masih mendung," tuturnya.