TRIBUNNEWS.COM - Ajang All England 2026 menjadi mimpi buruk bagi Indonesia yang gagal menempatkan satu pun wakil di final.
Padahal Indonesia memiliki sejarah apik saat tampil di berbagai edisi All England.
Tak perlu mundur terlalu jauh untuk melihat torehan apik Indonesia di turnamen badminton yang digelar di Inggris ini.
Sejak 2012 silam hingga 2025 lalu, Indonesia selalu punya wakil, setidaknya satu orang/pasangan, di final All England.
Ada dua pasangan lintas sektor yang cukup sering tampil di final All England sejak kurun waktu tersebut.
Legenda hidup sektor ganda putra Indonesia dan dunia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, menjadi salah satunya.
Baca juga: Hasil Final All England 2026 Lahirkan Sejarah: 7 Finalis Bisa Pecah Telur, An Se-young Menuju Abadi
Pasangan yang berjuluk The Daddies ini tampil di 4 final berbeda dari kurun 2012 hingga 2025 lalu.
Rinciannya, The Daddies tampil di final edisi 2014, 2019, 2022, dan 2023.
Prestasi paling membanggakan bagi mereka terjadi pada 2014 dan 2019 silam.
Kala itu mereka berhasil menjadi juara dengan perjuangan yang luar biasa.
Selain itu, ada juga wakil dari sektor ganda campuran yang memiliki rekor mentereng lainnya.
Pasangan legendaris, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, juga mencatatkan penampilan yang juga mentereng.
Sama seperti The Daddies, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu juga tampil sebanyak 4 kali di final All England.
Mereka tampil di edisi 2012, 2013, 2014, dan 2015.
Di mana dalam tiga edisi awal, yaitu 2012 hingga 2014, Owi/Butet berhasil menjadi juara.
Sedangkan pada 2015 mereka harus puas menjadi juara kedua.
Hitungan ini tak termasuk saat Indonesia mengikuti All England 2021 lalu.
Perlu diketahui, saat itu All England geger lantaran adanya pemutusan keikutsertaan Indonesia di tengah jalan.
Pihak panitia memutuskan wakil-wakil Indonesia tak bisa lanjut berkompetisi lantaran ada persoalan soal Covid-19.
Padahal saat itu ada beberapa pemain yang sedang dalam masa terbaiknya.
Salah satunya adalah pasangan yang akrab disapa Minions, yang beranggotakan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Sedangkan dalam beberapa edisi terakhir, Indonesia mengirim wakil yang didominasi dari sektor ganda putra.
Mulai dari Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, The Daddies, hingga Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana mengambil giliran tampil di partai puncak.
2012: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
2013: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
2014: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
2015: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
2016: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti
2017: Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo
2018: Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo
2019: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
2020: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo
2022: Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
2023: Fajar Alfian/Rian Ardianto, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
2024: Jonatan Christie, Anthony Ginting, Fajar Alfian/Rian Ardianto
2025: Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana
(Tribunnews.com/Guruh)