Tribunlampung.co.id, Tanggamus – Tanjakan Kalisuwong di Jalan Lintas Barat (Jalinbar), Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus kembali menjadi sorotan setelah insiden dua truk besar yang saling bersenggolan hingga memicu kemacetan panjang, Jumat (6/3/2026) malam.
Kapolsek Semaka Polres Tanggamus AKP Sutarto mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan berat, agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.
Menurutnya, tanjakan Kalisuwong dikenal cukup curam dan memiliki ruang jalan yang terbatas sehingga rawan menimbulkan kemacetan apabila kendaraan mengalami kendala.
“Kami mengimbau pengemudi, terutama kendaraan besar, agar memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melintas. Tanjakan Kalisuwong ini cukup curam dan sering menimbulkan hambatan lalu lintas jika ada kendaraan yang tidak kuat menanjak,” kata Sutarto.
Ia menjelaskan, insiden yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu bermula ketika sebuah truk tronton tidak kuat menanjak dan berhenti di tengah jalan.
Pada saat bersamaan, dari arah atas datang sebuah truk Fuso yang memaksa melintas sehingga bagian bak kendaraan tersangkut dan menutup badan jalan.
“Awalnya kendaraan tronton tidak kuat menanjak sehingga berhenti di tengah jalan. Dari arah atas ada mobil Fuso yang memaksa turun sehingga bak kendaraan tersangkut dan akses jalan tertutup,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, arus kendaraan dari dua arah, baik dari Bandar Lampung menuju Pesisir Barat maupun sebaliknya, sempat lumpuh total.
Personel Polsek Semaka kemudian turun ke lokasi untuk melakukan patroli, pengaturan dan pengamanan arus lalu lintas agar kemacetan tidak semakin meluas.
Dua personel Polsek Semaka, yakni Bripka Rully Agung S dan Brigpol M. Fauzi diterjunkan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas serta membantu penanganan kendaraan yang mengalami kendala.
Pengamanan juga diperkuat oleh personel Polres Tanggamus yakni Aiptu Yudiwansyah (KBO Sat Intelkam), Aipda Hendra dan Aipda Rico dari Satlantas Polres Tanggamus.
Setelah dilakukan penanganan, kedua truk yang sempat menghambat jalur berhasil digeser sehingga tidak lagi menutup badan jalan.
“Sekitar pukul 22.00 WIB arus lalu lintas dari arah Bandar Lampung maupun Pesisir Barat sudah kembali berangsur normal. Personel masih standby di lokasi untuk melakukan pengaturan serta mengimbau pengendara agar melintas secara hati-hati,” jelas Sutarto.
( Tribunlampung.co.id / Oky Indra Jaya )