Xiaomi Uji Robot Humanoid di Pabrik Mobil Listrik, Mampu Ikuti Kecepatan Produksi
Mursal Ismail March 08, 2026 11:20 PM

SERAMBINEWS.COM - Xiaomi mulai menguji penggunaan robot humanoid alias robot yang mirip manusia di pabrik kendaraan listriknya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi. 

Meski masih dalam tahap percobaan, robot tersebut dinilai mampu mengikuti ritme kerja lini perakitan dan berpotensi menggantikan manusia pada beberapa pekerjaan tertentu di masa depan.

Hal ini disampaikan Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam sebuah wawancara di sela pameran teknologi Mobile World Congress (MWC) yang digelar di Barcelona.

Perusahaan asal China ini mengerahkan dua robot humanoid di pabriknya. Mereka berperan menyelesaikan tugas, seperti memasang mur atau memindahkan sesuatu.

Tugas tersebut diklaim bisa dikerjakan sampai selesai dengan persentase 90 persen, hanya dalam waktu tiga jam.

"Untuk mengintegrasikan robot ke dalam lini produksi kami, tantangan terbesarnya adalah agar mereka dapat mengikuti kecepatan kerja," kata Lu Weibing kepada CNBC.

Baca juga: Startup China DroidUp Pamerkan Moya, Robot Humanoid Berwajah Mirip Manusia, Bisa Tersenyum, Berkedip

"Di pabrik mobil Xiaomi, setiap 76 detik, satu mobil baru keluar dari jalur perakitan. Kedua robot humanoid itu mampu mengikuti kecepatan kerja kami," lanjut bos Xiaomi itu.

Bagi Xiaomi, penggunaan robot tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Apalagi, robot humanoid dinilai mampu menggantikan peran manusia untuk perkerjaan tertentu, dan dapat menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan manusia.

Kendati demikian, penggunaan robot ini masih dalam tahap uji coba awal.

"Robot di lini produksi kami tidak melakukan pekerjaan resmi, lebih seperti para pekerja magang saja," ujar Weibing.

Terlepas dari klaim tersebut, upaya ini menyoroti kecepatan perusahaan-perusahaan China dalam berinvestasi dan meningkatkan kemampuannya dalam bidang robotik.

Baca juga: Bos Amazon Jeff Bezos: Jutaan Orang Bakal Tinggal di Luar Angkasa, Fasilitas Dibangun Robot

Terlebih, ada banyak perusahaan China yang mengembangkan teknologi tersebut, dan beberapa di antaranya baru melakukan penawaran umum perdana (IPO), seperti Deep Robotics.

Analis di RBC Capital Market juga memperkirakan bahwa pasar robot humanoid secara global mencapai 9 triliun dollar AS pada tahun 2050, dan 60 persen di antaranya berasal dari China.

Adapun Weibing menilai bahwa masih terlalu dini untuk memproyeksikan pasar robot humanoid, walaupun dia optimistis akan bisnis tersebut.

Xiaomi sendiri baru memperkenalkan robot humanoidnya bernama CyberOne pada tahun 2022.

Namun robot ini belum dijual secara komersil, dihimpun KompasTekno dari CNBC, Jumat (6/3/2026).

Bisa Menari Pedang Hingga Gerakan Kungfu

Canggihnya robot humanoid China  Robot yang dibuat menyerupai manusia (humanoid) buatan China naik level.

Jika sebelumnya robot-robot ini viral karena ikut marathon atau mampu berenang, kini kemampuannya jauh lebih impresif.

Robot humanoid buatan China sekarang bisa menari pedang, melakukan gerakan kungfu, hingga salto dengan luwes.

Aksi tersebut ditampilkan dalam acara tahunan CCTV Spring Festival Gala, program televisi paling banyak ditonton di China saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Robot-robot humanoid tersebut dibuat oleh empat perusahaan robotik asal China, yaitu Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab.

Di atas panggung, lebih dari selusin robot bikinan Unitree memperagakan rangkaian gerakan kungfu berpasangan dengan manusia secara natural dan luwes.

Mereka melakukan adegan pertarungan, kuda-kuda, lengkap dengan ayunan tongkat dan nunchaku.

Yang paling mencuri perhatian, beberapa robot mampu melakukan salto berulang kali dengan stabil.

Mereka juga dapat bangkit kembali dengan cepat setelah terjatuh, menunjukkan peningkatan signifikan dalam sistem keseimbangan.

Tak hanya itu, dari video yang ditayangkan oleh outlet media Al Jazeera dan NBC News, robot-robot humanoid ini juga mampu menggenggam pedang dengan kuat tanpa terjatuh.

Mereka mengayunkan pedang dalam gerakan yang menyerupai tari pedang tradisional.

Gerakan tangannya terlihat semakin menyerupai tangan manusia karena sudah bisa bergerak ke berbagai arah dengan alami dan luwes.

Padahal selama ini, robot humanoid kerap dicap kaku dan kurang fleksibel dalam gerakan dinamis.

Sementara itu, empat robot humanoid dari Noetix tampil berdampingan dengan aktor manusia dalam segmen komedi.

Kemudian, robot MagicLab membawakan tarian sinkron bersama penampil manusia saat lagu “We Are Made in China” dimainkan.

Di balik aksi spektakuler seperti kungfu dan salto, pengembangan robot humanoid ini sejatinya diarahkan untuk kebutuhan industri dan manufaktur.

Kemampuan kontrol gerak luwes, koordinasi banyak robot sekaligus, hingga kontrol pada objek kecil menjadi fondasi penting untuk aplikasi nyata di pabrik dan pusat logistik.

Sejauh ini, penerapan di dunia nyata masih terbatas pada proyek percontohan yang umumnya didukung kontrak atau kerja sama khusus. (*)

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/03/07/14030087/robot-humanoid-mulai-kerja-di-pabrik-xiaomi?

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.