Respons Dedi Mulyadi soal Longsor di TPST Bantargebang Bekasi yang Telan Korban Jiwa
Rheina Sukmawati March 09, 2026 02:30 PM

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara terkait insiden longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, yang terjadi pada Minggu (8/3/2026).

Insiden longsor terjadi di Zona IV dengan gunungan sampah setinggi 50 meter.

Dalam video yang beredar, gunungan sampah itu menimbun antrean truk yang berada di bawahnya, termasuk juga warung di dekatnya.

Terkini, ada empat orang yang ditemukan meninggal dunia, yakni Enda Widayanti (25), Sumini (60), Dedi Sutrisno (22) dan Iwan Supriyatin (40).

Menanggapi insiden ini, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa TPST Bantargebang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"TPA ini merupakan tempat pembuangan sampahnya warga Jakarta yang dikelola oleh Pemprov Daerah Khusus Jakarta," ucap Dedi Mulyadi dalam unggahannya di media sosial, Senin (9/3/2026).

"Dari peristiwa ini, ada empat orang meninggal dunia dan lima orang masih dalam pencarian," sambungnya.

Baca juga: Rencana Pinjam Rp 2 T ke BJB Belum Final, Dedi Mulyadi Tak Ingin Jabar Punya Utang, Pilih Tagih DBH

Dedi Mulyadi pun menyampaikan doa kepada para korban dari insiden longsor gunungan sampah ini.

"Semoga yang meninggal dunia diterima iman dan Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT, yang dalam pencarian semoga lekas ditemukan," tutur Dedi Mulyadi.

Selain itu, Dedi Mulyadi juga berharap TPST Bantargebang bisa mendapatkan pengelolaan yang baik agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari.

"Semoga TPA Bantargebang bisa ditangani dengan baik dan tidak terjadi longsor lagi," ujar Dedi Mulyadi.

Mantan Bupati Purwakarta itu juga meminta agar insiden ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

"Jadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi kita agar kita senantiasa waspada setiap saat, karena musibah seringkali terjadi tanpa diduga," tutupnya.

Kronologi Kejadian

Dilansir dari Kompas.com, insiden longsor ini bermula ketika sejumlah truk sampah mengantre untuk membuang muatan di area pembuangan TPST Bantargebang pada Minggu siang.

Berdasarkan keterangan dari anggota Damkar Kota Bekasi, Eko Uban, longsor terjadi secara tiba-tiba.

"Saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah," kata Eko saat dikonfirmasi, Minggu.

Sopir truk hingga warga ikut tertimbun Longsoran sampah tidak hanya menimpa sopir truk yang mengantre di lokasi.

Sejumlah warga yang berada di sekitar area pembuangan juga ikut tertimbun.

Menurut Eko, warga yang berada di warung di sekitar lokasi kejadian turut menjadi korban saat tumpukan sampah ambruk.

"Masyarakat yang ada di warung ikut tertumpuk longsoran sampah," kata Eko.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 13 orang menjadi korban yang terdiri dari sopir truk sampah, warga sekitar, hingga pemulung.

Dari total korban tersebut, empat orang ditemukan meninggal dunia, empat lainnya selamat, dan lima orang masih dinyatakan hilang.

Baca juga: Kapan Kompensasi Rp1,4 Juta untuk Angkot hingga Becak Cair? Ini Kata Dedi Mulyadi

Petugas gabungan kemudian melakukan operasi pencarian terhadap para korban yang diduga masih tertimbun material sampah.

Pencarian Senin Pagi

Proses evakuasi korban longsor TPST Bantargebang berlanjut pada hari kedua, Senin (9/3/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Kasi Ops Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah mengatakan, pencarian melibatkan petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Dinas kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Damkar, dan Satpol PP.

"Untuk sampai pagi hari ini ini kami lakukan evakuasi pencarian hari kedua, jadi untuk personil pada hingga pagi hari ini kurang lebih tercatat 336 personil gabungan," kata Rizkiansah di lokasi, Senin (9/3/2026), dikutip dari Wartakotalive.com.

Rizkiansah menjelaskan, proses evakuasi difokuskan terhadap lima orang yang diduga hilang karena tertimbun longsor.

Lima orang itu terdiri dari dua sopir truk sampah, dan tiga pemulung.

Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat berat berjenis ekskavator milik DLH dengan jumlah lebih kurang 15 unit.

"Untuk update hingga pagi hari ini total itu ada 13 korban, empat orang sudah ditemukan selamat dan empat orang ditemukan meninggal dunia," tutur Akhmad. 

"Sisanya ada lima orang sesuai dengan laporan yang masuk dari kepolisian tengah diupayakan dievakuasi," jelasnya.

(Tribunjabar.id/Rheina) (Kompas.com/Nurpini Aulia Rapika, Intan Afrida Rafni) (Wartakotalive.com/Rendy Rutama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.