Jakarta (ANTARA) - Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia mengatakan pihaknya akan memperkuat pengamanan wilayah laut Jakarta sesuai dengan perintah siaga 1 dari panglima TNI melalui telegram yang beredar beberapa waktu lalu.
"Eskalasi di laut jelas akan dilaksanakan penebalan (pengamanan) pada tempat-tempat tertentu, sektor tertentu yang sudah kita prioritaskan, yaitu objek vital nasional," kata Uki saat ditemui di Markas Kodaeral III, Jakarta Utara, Senin.
Uki menjelaskan penambahan pengamanan itu tidak hanya untuk mengantisipasi dampak konflik di timur tengah saja melainkan juga untuk menjaga arus lalulintas kapal penumpang selama arus mudik di masa Lebaran.
"Kita laksanakan untuk penebalan tiap-tiap titik, terutama kemarin juga ada permintaan dari PT Pelindo dan PT Pelni untuk melakukan penebalan terutama di pelabuhan-pelabuhan dan tempat-tempat tertentu," ujar Uki.
Saat ditanya berapa jumlah kapal ataupun personel yang akan dikerahkan untuk menjaga laut Jakarta, Uki tidak menjelaskan secara rinci.
Sebelumnya, beredar informasi di tengah masyarakat soal Telegram Panglima TNI degan Nomor TR/283/2026.
Telegram itu berisi instruksi siaga 1 kepada seluruh jajaran TNI untuk mengantisipasi eskalasi konflik di Timur Tengah, terdapat tujuh poin instruksi yang tertera dalam telegram tersebut.
Salah satu poinnya yakni Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI menyiagakan personel dan alutsista di jajarannya dan melaksanakan patroli di objek vital (obvit) strategis dan sentra perekonomian. Hal itu termasuk di bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, dan terminal bus, serta kantor PLN.
Menyikapi beredarnya telegram tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah kepada ANTARA, Sabtu (7/3), mengatakan TNI memiliki tugas utama melindungi negara dan masyarakat dari ancaman negara asing.
"TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional," kata Aulia menjawab konfirmasi soal siaga 1 TNI.







