TRIBUNNEWSMAKER.COM - Meninggalnya musisi Vidi Aldiano masih menyisakan cerita haru bagi orang terdekatnya.
Salah satu kisah menyentuh datang dari presenter sekaligus sahabatnya, Daniel Mananta.
Melalui unggahan di media sosial, Daniel Mananta membagikan momen percakapan terakhirnya dengan Vidi Aldiano yang terjadi beberapa waktu sebelum sang penyanyi meninggal dunia.
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian publik karena memperlihatkan kondisi Vidi di masa-masa terakhir hidupnya.
Daniel mengungkapkan bahwa pesan terakhir yang ia terima dari Vidi Aldiano terjadi pada Februari 2026.
Percakapan tersebut menunjukkan bahwa saat itu kondisi kesehatan Vidi tengah menurun.
Baca juga: Poin-poin Perdamaian Nabilah OBrien & Zendhy Kusuma, Wajib Hapus Konten Biang Masalah Bibi Kelinci
Diketahui, Vidi sempat mengalami pneumonia yang membuatnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih sepuluh hari.
Dalam percakapan yang dibagikan Daniel, terlihat bagaimana Vidi menceritakan kondisinya yang saat itu sedang tidak baik.
Penyanyi tersebut bahkan mengaku kehilangan suaranya akibat infeksi yang dideritanya.
Unggahan Daniel Mananta pun menambah deretan kisah haru tentang perjuangan Vidi Aldiano di masa-masa terakhir sebelum kepergiannya, sekaligus memperlihatkan kedekatan persahabatan di antara keduanya.
Kondisi itu membuatnya kesulitan berbicara, sesuatu yang terasa berat bagi seorang penyanyi yang selama ini dikenal dengan suara khasnya.
Meski begitu, Vidi tetap mencoba berbagi kabar dengan sahabatnya. Ia juga mengungkapkan rasa jenuh selama menjalani masa perawatan di rumah sakit.
Dalam pesannya, Vidi menuliskan bahwa ia merindukan orang-orang di sekitarnya setelah cukup lama harus menjalani perawatan dan membatasi aktivitas.
Baca juga: Kasus Bibi Kelinci Distop Nabilah OBrien Ucap Terima Kasih ke DPR, Zendhy Kusuma Tak Lagi Tersangka
Cerita tersebut menjadi potongan kecil dari perjalanan panjang Vidi dalam menghadapi penyakitnya.
Sejak 2019, pelantun sejumlah lagu populer itu diketahui berjuang melawan kanker ginjal.
Berbagai pengobatan telah dijalani demi mempertahankan kesehatannya, mulai dari terapi hingga perawatan medis intensif.
Di tengah perjuangan panjang tersebut, Vidi dikenal tetap menunjukkan sikap optimistis.
Ia kerap berbagi cerita mengenai proses pengobatan dan kondisi kesehatannya kepada publik, sekaligus memberikan semangat kepada banyak orang yang tengah menghadapi perjuangan serupa.
Bagi Daniel, percakapan terakhir itu kini menjadi kenangan berharga.
Ia membagikan tangkapan layar pesan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada sahabatnya, sekaligus mengenang semangat Vidi yang tetap bertahan menghadapi penyakit hingga akhir hayatnya.
Unggahan itu pun mengundang banyak respons dari warganet yang turut merasa kehilangan.
Banyak yang mengenang Vidi sebagai sosok yang hangat, penuh semangat, dan inspiratif karena keberaniannya menghadapi penyakit selama bertahun-tahun.
Bagi Daniel, kenangan percakapan itu bukan sekadar pesan biasa, melainkan pengingat tentang keteguhan hati seorang sahabat yang tetap berusaha kuat di tengah ujian yang berat.
(Tribunnewsmaker.com/Wartakotalive.com)