TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menggempur wilayah Israel serta pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) menggunakan rudal Qadr dan Khorramshahr.
IRGC mengatakan bahwa serangan tersebut sebagai bagian dari gelombang ke-32 Operasi Janji Sejati 4.
Iran menekankan bila serangan militer yang dilakukan pihaknya terhadap Israel dan Amerika Serikat tidak akan berhenti.
"Operasi tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan dan menyesalinya," kata IRGC dalam pernyataannya Senin (9/3/2026) malam.
Dilansir dari Aljazeera.net, televisi Iran menyiarkan rekaman peluncuran gelombang serangan baru ini ke sasaran di utara dan tengah wilayah pendudukan.
Baca juga: Bangladesh Tutup Kampus dan Batasi BBM Imbas Perang Iran, Krisis Energi Mulai Menular?
Komandan Angkatan Udara Garda Revolusi, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, menegaskan kelanjutan serangan yang dilancarkan pihaknya sebagai tanggapan terhadap Amerika Serikat dan Israel.
"Yakinlah bahwa serangan terhadap musuh tidak akan berhenti sedetik pun," ujar Majid Mousavi.
"Mulai sekarang, kami akan meluncurkan rudal apa pun dengan hulu ledak yang beratnya kurang dari satu ton," lanjut dia.
Baca juga: Dampak dari Eskalasi Konflik Iran-AS, Bramantyo: Indonesia Harus Bersiap Perkuat Ketahanan Ekonomi
"Frekuensi peluncuran dan tingkat gelombang akan meningkat dan jangkauannya akan meluas," ujar dia.
Sementara itu, AS dan Israel terus membombardir Iran.
Mereka menyerang wilayah Qom dan Teheran, beberapa jam setelah serangan Israel terhadap fasilitas minyak menyebabkan asap beracun di seluruh ibu kota Iran.
Angkatan Bersenjata Iran mengucapkan sumpah setia kepada Pemimpin Revolusi Islam yang baru diangkat, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei.
Sumpah setia diucapkan tak lama setelah terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin baru Revolusi Islam di Iran.
Korps Garda Revolusi Islam, Kementerian Pertahanan, Dewan Pertahanan, Pasukan Quds IRGC, dan semua pasukan militer lainnya menegaskan kesetiaan mereka terhadap Mojtaba Khamenei.
Wakil Menteri Kesehatan Iran Ali Jafarian mengatakan akibat serangan AS-Israel telah menewaskan sedikitnya 1.255 orang di seluruh wilayah Iran, termasuk di dalamnya 200 anak-anak.
Menurut dia sebagian besar korban adalah warga sipil.
Jumlah korban tersebut merupakan total dari serangan AS-Israel pertama pada 28 Februari 2026 hingga 9 Maret 2026.
Serangan AS-Israel pun dilaporkan telah merusak puluhan fasilitas perawatan kesehatan serta menyebabkan bahaya lingkungan.
Ia juga mencatat bahwa lebih dari 12.000 orang mengalami cedera, terutama akibat luka bakar dan trauma remuk akibat serangan AS-Israel.
(Tribunnews.com/ Aljazeera.net/ tasnim)