Mengintip Harta Kekayaan Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari yang Terjaring OTT KPK
Moch Krisna March 10, 2026 10:45 AM

 

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri Thobari, menjadi sorotan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (9/3/2026) malam. 

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Fikri tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp19,5 miliar per 7 Agustus 2024.

Laporan tersebut disampaikan Fikri kepada KPK saat dirinya masih berstatus sebagai calon Bupati Rejang Lebong.

Dari dokumen LHKPN, diketahui bahwa aset terbesar Fikri berasal dari kepemilikan 14 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah daerah di Bengkulu dengan nilai mencapai Rp14,6 miliar.

Untuk urusan transportasi, di garasinya terparkir dua unit mobil dengan nilai total Rp900 juta. Selain itu, Fikri juga memiliki aset berupa harta bergerak lainnya senilai Rp45 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp7,2 miliar.

Menariknya, total harta kotor Fikri sebenarnya mencapai Rp32,4 miliar. Namun, karena ia tercatat memiliki utang yang cukup besar, yakni Rp12,9 miliar, maka nilai harta kekayaan bersihnya terkoreksi menjadi Rp19,5 miliar.

Berikut adalah rincian daftar harta kekayaan Muhammad Fikri Thobari, Bupati Rejang Lebong, dikutip dari situs resmi elhkpn.kpk.go.id, Selasa (10/3/2026):

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 14.600.000.000    

Tanah dan Bangunan Seluas 304 m2/675 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 3.300.000.000

Tanah dan Bangunan Seluas 301 m2/650 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 2.000.000.000

Tanah dan Bangunan Seluas 222 m2/200 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 250.000.000

Tanah Seluas 185 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 200.000.000

Tanah dan Bangunan Seluas 154 m2/288 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 750.000.000

Tanah dan Bangunan Seluas 172 m2/300 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 1.000.000.000

Tanah dan Bangunan Seluas 636 m2/450 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 1.000.000.000

Tanah dan Bangunan Seluas 128 m2/360 m2 di KAB / KOTA REJANG LEBONG, HASIL SENDIRI Rp 800.000.000

Tanah Seluas 13489 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 800.000.000

Tanah Seluas 8946 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 600.000.000

Tanah Seluas 2402 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 800.000.000

Tanah Seluas 368 m2 di KAB / KOTA KEPAHIANG, HASIL SENDIRI Rp 250.000.000

Tanah dan Bangunan Seluas 575 m2/350 m2 di KAB / KOTA REJANG LEBONG, HASIL SENDIRI Rp 350.000.000

Tanah dan Bangunan Seluas 1488 m2/300 m2 di KAB / KOTA KOTA BENGKULU , HASIL SENDIRI Rp 2.500.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 900.000.000

MOBIL, MITSUBISHI EC LIPSE CROSS/MINIBUS Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp 350.000.000

MOBIL, MITSUBISHI PAJERO SPORT Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp 550.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 45.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp 0

E. KAS DAN SETARA KAS Rp 7.234.102.034

F. HARTA LAINNYA Rp 9.700.560.665

Sub Total Rp 32.479.662.699

UTANG Rp 12.948.979.208

TOTAL HARTA KEKAYAAN Rp 19.530.683.491

 

Kena OTT KPK

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan Bupati Rejang Lebong saat dikonfirmasi pada Selasa (10/3/2026).

“Benar, Bupati Rejang Lebong,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa pagi.

Pihak-pihak yang terjaring operasi tangkap tangan telah menjalani pemeriksaan di Polres Kepahiang dan Polresta Bengkulu.

Baca juga: Ketua DPRD Sumsel Klarifikasi: Pengadaan Meja Biliar Masih Tahap Perencanaan dan Kini Dibatalkan

Saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membawa Bupati Rejang Lebong, dan sejumlah pihak ke Jakarta.

“Sejumlah pihak diamankan, pagi ini dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Bupati Rejang Lebong,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunbengkulu.com di bandara, rombongan KPK bersama Bupati Rejang Lebong dibawa ke Jakarta menggunakan pesawat Batik Air.

Pesawat tersebut kemudian lepas landas dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menuju Jakarta sekitar pukul 06.08 WIB.

 

Ruang Kerja Bupati Disegel

Sejumlah ruangan dan bangunan di wilayah Rejang Lebong, Bengkulu disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/3/2026) malam.

Penyegelan ruangan dan bangunan tersebut seiring berhembusnya kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap sejumlah pejabat di Rejang Lebong.

Ada Ruang Kerja Bupati, ruang Wakil Bupati Rejang Lebong, hingga rumah pribadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum pun ikut disegel KPK.

Pantauan wartawan TribunBengkulu.com, lokasi yang disegel di antaranya sejumlah ruangan di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, termasuk ruang kepala daerah, kemudian ruangan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rejang Lebong, serta rumah Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong.

Di lokasi-lokasi tersebut terlihat pita segel khas berwarna merah hitam bertuliskan KPK yang dipasang di pintu maupun akses masuk ruangan.

Selain pita segel tersebut, juga terlihat lembaran segel berukuran cukup besar bertuliskan “Dalam Pemeriksaan KPK” yang ditempel pada beberapa bagian pintu ruangan.

Segel berwarna putih juga terlihat terpasang di sejumlah pintu sebagai tanda lokasi tersebut tengah berada dalam proses pemeriksaan.

Selain melakukan penyegelan, tim yang diduga dari KPK juga terlihat mengamankan sejumlah dokumen dari beberapa lokasi tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berkas-berkas tersebut dibawa menggunakan koper atau tas kotak berwarna hitam oleh petugas yang berada di lokasi.

 

Profil

Muhammad Fikri Thobari ini politisi yang lahir di Baturaja pada 4 Februari 1981 sehingga saat ini, usianya 45 tahun.

Mengutip dari TribunBengkulu.com, Fikri anak dari pasangan M Thobari Muad dan Rosmala Dewi. 

Fikri diketahui terlahir dari keluarga birokrat dan memiliki background politik.

Dahulu, ayahnya adalah aktivis aktif di kampusnya yang kemudian menapaki karier sebagai Kepala Kementerian Agama di berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Kemudian, ia juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepahiang.

Sementara sang ibu, Rosmala Dewi merupakan birokrat andal di Kemenag.

Dalam kehidupan pribadi, Fikri menikah dengan Intan Larasati Fikri dan dikaruniai seorang anak.

 

Latar Belakang Pendidikan

Pendidikan Fikri bermula dari SDN 4 Nakau di Tapang Empat, Kabupaten Bengkulu Utara dan lulus pada tahun 1992. 

Kemudian ia melanjutkan ke SMPN 2 Curup dan lulus pada tahun 1995.

Selepas SMP, Fikri menempuh bangku pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Curup dan lulus pada tahun 1998.

Fikri merupakan alumni S1 jurusan Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang pada tahun 2006.

Ia kemudian lanjut menerima gelar Magister Administrasi Publik (MAP) dari Universitas Prof Dr Hazairin SH, tahun 2023.

Baca juga: Harta Kekayaan Sukirman Wabup Pekalongan Ditunjuk Jadi Plt Bupati Gantikan Fadia Arafiq Kena OTT KPK

 

Jejak Karier

Sosok Fikri juga dikenal sebagai aktivis dan pengusaha. Ia pernah menjadi pemimpin koran "Sehasen Jaya" pada tahun 2008 hingga 2010.

Pada tahun yang sama, ia juga menjadi Direktur Utama PT Bukit Juvi Permata dan tahun 2014, diamanahi sebagai Presiden Direktur PT Bukit Juvi Permata.

Perusahaan itu bergerak di bidang penjualan properti berupa perumahan baik yang KPR maupun secara komersil.

Fikri juga aktif di Real Estate Indonesia (REI) di Bengkulu dan dua kali mengisi jabatan di organisasi tersebut.

Pada tahun 2021, ia terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rejang Lebong.

 

Terjun ke Dunia Politik

Sukses sebagai pengusaha properti tak menyurutkan niat Fikri untuk mengikuti jejak sang ayah.

Ia juga terjun ke dunia politik pada tahun 2019 lalu sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Rejang Lebong.

Saat itu, Fikri bahkan mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Rejang Lebong di Pilkada 2019. 

Alasan Fikri maju dalam dunia politik adalah untuk membangun Kabupaten Rejang Lebong. 

Sayangnya, ia yang saat itu berpasangan dengan Tarsisius Samuji, harus menelan pil pahit. 

Suara yang mereka dapatkan belum berhasil menjadikan keduanya sebagai pemimpin Rejang Lebong.

Belajar dari kegagalan itu, Fikri kembali maju di Pilkada 2024 dan kali ini ia menggandeng Analis Ideologi pada Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Musi Rawas, Hendri.

Pasangan yang diusung oleh PAN, PDIP dan Demokrat ini akhirnya unggul dengan meraih 63.691 suara atau 44,07 persen dari total suara sah.

Inilah riwayat organisasi Fikri sebagaimana dikutip dari rejanglebongkab.go.id:

  • Sekretaris Bisnis Development Service STIM AMKOP Palembang Tahun 2002-2004
  • Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Kab. Rejang Lebong Tahun 2014 Sekarang
  • Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Curup Tahun 2014-2016
  • Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD REI Propinsi Bengkulu Tahun 2016-2019
  • Ketua DPD Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Propinsi Bengkulu Tahun 2019-Sekarang
  • Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Pemukiman Dewan Pimpinan Pusat Himpunan
  • Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (DPP HIMPERRA) Tahun 2024-2028
  • Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rejang Lebong 2021- Sekarang

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.