TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Syawaludin, melaporkan kondisi gunung 24 jam terakhir, Senin (9/3/2026) pukul 00.00 -24.00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau Waspada.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Berdasarkan pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id Selasa (10/3/2026).
Sementara berdasarkan pengamatan klimatologi Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur. Suhu udara sekitar 24-28°C.
Baca juga: Gunung Api Lewotolok Lembata Meletus Tadi Malam, Kolom Abu Berwarna Hitam
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan, gunung Lewotolok 34 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 9-27.4 mm, dan lama gempa 33-57 detik.
162 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.6-9 mm, dan lama gempa 27-45 detik.
1 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2 mm, dan lama gempa 106 detik.
1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2.7 mm, S-P 1 detik dan lama gempa 22 detik.
1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 11.4 mm, S-P 0.3 detik dan lama gempa 17 detik.
2 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 1.5-2.3 mm, S-P 3.6-7 detik dan lama gempa 20-35 detik.
1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3.5 mm, S-P 12 detik dan lama gempa 55 detik.
Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).