Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Atap bagian depan Gedong Duwur di Jalan Mayor Dasuki, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, ambruk pada Jumat (6/3/2026) lalu.
Prajurit TNI yang tinggal di Asrama Penhanjang kompleks Gedong Duwur, Sertu Subagyo, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi tepat selepas magrib kira-kira pukul 19.00 WIB.
Kala itu, menurut dia, cuaca wilayah Kabupaten Indramayu, khususnya di sekitar Gedong Duwur, tengah dilanda hujan deras disertai angin kencang.
Baca juga: Tarif Tol Cipali Diskon 30 Persen Saat Arus Mudik dan Arus Balik, Ini Rinciannya
"Saat hujan deras itu atap bagian depan Gedong Duwur tiba-tiba ambruk," ujar Subagyo saat ditemui di Gedong Duwur, Jalan Mayor Dasuki, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa (10/3/2026).
Ia mengatakan, peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu, serta lainnya.
Bahkan, Gedong Duwur kerap menjadi tempat bermain anak-anak, sehingga setelah atapnya ambruk mereka diminta untuk tidak mendekati bangunan bersejarah itu
Namun, pihaknya memastikan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, karena saat kejadian Gedong Duwur kondisinya sepi.
"Kejadiannya, kan, malam, dan cuaca juga hujan deras, sehingga tidak ada korban, karena enggak ada anak-anak yang berada di Gedong Duwur," ujar Subagyo.
Sementara Ketua TACB, Dedy S Musashi, menyampaikan, ambruknya atap Gedong Duwur diduga imbas dari kondisinya yang sudah lapuk dimakan usia.
Pasalnya, bangunan bersejarah yang dibangun sejak 1866 tersebut hingga kini belum pernah dipugar meski telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun lalu.
Baca juga: Bobotoh Indramayu Gembira Persib Bandung Cukur Persik 3-0, Minta Lini Depan Lebih Garang
Karenanya, seluruh areal bangunan Gedong Duwur masih asli sejak pertama kali dibangun, dan difungsikan sebagai kantor sekaligus tempat tinggal Asisten Residen.
"Kami juga memasang garis pengaman di sekitar Gedong Duwur untuk mencegah masyarakat mendekat, karena berpotensi ambruk dan membahayakan," kata Dedy S Musashi.
Pantauan Tribuncirebon.com, puing-puing atap salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Indramayu yang dibangun pada 1866 tersebut tampak berserakan di lantainya.
Bahkan, kondisi atap bagian depan di sisi kanan Gedong Duwur terlihat menggantung seperti tinggal menunggu waktu untuk ambruk seluruhnya.
Selain itu, material atap yang kondisinya lapuk dari mulai genting, kayu, dan lainnya tampak berserakan di lantai Gedong Duwur.